Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Satria Multimedia

Dismenore (Nyeri Haid)

 

Nyeri Haid (Dimenore) 

Haid alias menstruasi adalah hal yang biasa dialami oleh kaum hawa yang memasuki usia puber. Haid ditandai dengan keluarnya darah atau sel telur yang tidak dibuahi melalui saluran vagina. Nah, di sini… adakah sobat, kawan, ibu atau mbak - mbak yang mengalami nyeri ketika haid ?

Rasa nyeri yang biasanya terjadi pada hari-hari pertama haid merupakan hal yang wajar, sebab itu masih termasuk dalam Premenstrual Syndrome (PMS).  Tentu kenal kan dengan istilah PMS ? Suatu kondisi di mana kita merasakan emosi yang meledak-ledak karena rasa nyeri di sekujur tubuh saat sedang menstruasi.

Nyeri hebat yang bahkan bisa menyebabkan terjadinya kram biasanya disebut juga nyeri haid atau Dismenore.  Nyeri hadi atau dismenore selain membuat rasa tidak nyaman juga menyebabkan penurunan aktifitas saat menstruasi. Menjelang haid biasanya juga ditandai dengan payudara terasa nyeri atau bengkak,  mulai merasakan pusing, merasa nyeri di daerah perut bagian bawah atau merasa perut kembung, stres, juga kelelahan.

Menurut (Unsal, Ayranci, Tozun, Arslan, & Calik, 2010) Dismenore dapat dikategorikan menjadi dua yaitu dismenore primer dan sekunder. dismenore primer didefinisikan sebagai menstruasi yang menyakitkan pada wanita dengan anatomi panggul yang normal, biasanya di usia remaja. Dismenore sekunder adalah nyeri haid terkait dengan patologi yang mendasar, hal ini dapat disebabkan oleh salah satu dari selusin atau lebih gangguan endometriosis, penyakit radang panggul, perangkat intra-uterus, siklus tidak teratur atau masalah ketidaksuburan, kista ovarium, adenomiosis, Mioma uteri atau polip, adhesi intra-uterus, atau stenosis serviks. Dismenore ditandai dengan panggul kram nyeri dimulai sesaat sebelum atau pada awal menstruasi.

Banyak hal yang bisa menjadi penyebab nyeri saat menstruasi (Dismenore). Penyebab umum adalah kondisi fisiologis yang terjadi pada wanita yang belum melahirkan, di mana leher rahimnya masih sempit. Sehingga, ketika menstruasi, uterus harus berkontraksi kuat untuk mengeluarkan darah menstruasi dan menimbulkan rasa sakit. Penyebab lainnya, bisa saja karena adanya tumor (Mioma) atau kista yang disebabkan oleh endometriosis (Ocviyanti, 2015).

Menurut Kepala Seksi Remaja dan Usila Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ibu Rusmiati Agustina, SKM., MM Nyeri Haid (Dismenore) adalah adanya radang pada endometrium yang menyebabkan susah hamil atau hasil konsepsi yang tidak bisa tumbuh dengan baik karena radang (Bahasa Banjar Singgogot) yang harus di obati. Untuk tahap pengobatan Dismenore yang terjadi pada remaja dapat dilakukan pengobatan ke Puskesmas yaitu ke bagian PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) atau ke Rumah Sakit dengan berkonsultasi ke poli kandungan. 

            Nahhh… bila sobat, kawan, ibu, mbak-mbak pernah mengalami nyeri haid atau dismenore… berikut saya berikan sedikit informasi mengenai cara mengatasi nyeri haid atau dismenore yang saya kutip dari (Warta Medika, 2015) diantaranya :

Mengompres perut

Saat perut atau punggung bagian bawah mulai terasa nyeri, bisa dikompres dengan bantalan pemanas. Jika tidak memiliki bantalan pemanas, bisa merebus terlebih dahulu air, lalu masukkan air yang telah panas tersebut ke sebuah botol kaca berukuran kecil atau botol lain yang tahan panas. Kemudian lapisi botol tersebut dengan kain atau handuk. Gunakan sebagai kompres perut pengganti bantalan pemanas. Mudah kan ?

Berbaring
Berbaring merupakan salah satu cara yang cukup efektif untuk meredakan nyeri haid. Sobat dapat berbaring di atas tempat tidur atau sofa agar rasa nyerinya berangsur lenyap. Para wanita biasanya merasakan sakit di daerah punggung. Untuk mengatasinya, sobat dapat memberikan bantal sebagai penyangga lutut, lalu tarik napas panjang dan buanglah perlahan. Lakukan serileks mungkin sampai sobat merasa agak baikan.

Pijat secara lembut

Ketika mulai merasa nyeri, sobat bisa mencoba memijat sendiri perut bagian bawah sobat dengan perlahan dan berhati-hati. Selain itu, sobat juga dapat memijat lembut daerah otot bagian dalam tulang kering pada kaki. Pijatan lembut ini bisa melancarkan aliran darah sobat loh.

 

Olahraga ringan

Siapa bilang kalau saat haid tidak boleh berolahraga? Sobat malah dianjurkan untuk berolahraga loh, meskipun hanya olahraga ringan. Setidaknya, cobalah untuk jalan kaki selama 30 menit, jogging, atau senam ringan. Selain untuk menjaga metabolisme tubuh, olahraga ringan ketika haid juga bisa melancarkan darah dan mengurangi nyeri.

 

Makan makanan yang mengandung zat besi

Saat menstruasi, tubuh tentunya akan kehilangan banyak darah. Bagi sobat yang mempunyai riwayat sakit anemia atau tekanan darah rendah akan lebih mudah merasakan nyeri haid. Oleh sebab itu, sebagai salah satu cara untuk mengatasinya, sobat dianjurkan makan makanan yang kaya akan kandungan zat besi. Apa saja? Jangan khawatir, banyak sekali kok jenisnya. Misalnya saja, kacang-kacangan, sayur bayam, ubi rambat merah, dan sebagainya. Cara yang cukup mudah dan murah bukan?

 

Konsumsi pisang

Buah pisang diketahui mengandung tinggi potasium. Karena kandungan ini, buah pisang mampu mengurangi rasa nyeri saat hari pertama menstruasi atau lebih dikenal dengan istilah disminore. Perbanyak konsumsi buah pisang sebelum atau selama menstruasi untuk membantu meringankan rasa nyeri yang datang ketika sobat mendapatkan menstruasi.

 

Jamu kunyit asam

Obat tradisional satu ini memang sangat mujarab untuk menyembuhkan nyeri haid. Saat ini tentu banyak tersedia jamu kunyit asam yang telah dikemas secara modern di toko maupun apotek. Namun, bila sobat ingin membuat sendiri, sobat tinggal menyediakan beberapa ruas kunyit, jahe, serta kencur yang telah diparut dan diperas sarinya. Rebus sari ramuan tadi bersama asam jawa dan juga gula merah. Setelah mendidih, minumlah saat masih hangat. Sobat dapat meminumnya 2 kali sehari.

 

Periksa ke dokter

Bila sobat merasakan sakit terus menerus yang tidak berangsur menghilang, ada baiknya sobat berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebab nyeri tersebut.

 

 

 

Ibu Rusmiati Agustina, SKM., MM (Kepala Seksi Remaja dan Usila Dinas Kesehatan Kab. Banjar)

 

 

REFERENSI

Ocviyanti, D. (2015). Penyebab Sakit Saat Menstruasi. Retrieved from http://www.femina.co.id/article/penyebab-sakit-saat-menstruasi-

Unsal, A., Ayranci, U., Tozun, M., Arslan, G., & Calik, E. (2010). Prevalence of dysmenorrhea and its effect on quality of life among a group of female university students. Upsala Journal of Medical Sciences, 115(2), 138–145. doi:10.3109/03009730903457218

Warta Medika. (2015). Cara Mengatasi Nyeri Haid Paling Efektif Tanpa Obat. Retrieved from http://wartamedika.com/cara-mengatasi-nyeri-haid/

 

 

Penulis : Khairina Isnawaty, S. Kom., MPH

Editor : Rusdiana HM, SKM., MPH