Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Satria Multimedia

ISPA Pada Bayi Dan Balita Yang Sering Diremehkan

ISPA PADA BAYI DAN BALITA

YANG SERING DIREMEHKAN   

Penulis : Rusdiana HM

ISPA adalah terjadinya infeksi yang parah pada sinus, tenggorokan, saluran udara, atau paru paru. Infeksi yang terjadi lebih sering disebabkan oleh virus meski bakteri juga bisa menyebabkan kondisi ini. Jika tidak segera ditangani, ISPA dapat menyebar ke seluruh sistem pernapasan tubuh. Tubuh tidak bisa mendapatkan cukup oksigen karena infeksi yang terjadi dan kondisi ini bisa berakibat fatal. Kondisi ini berpotensi menyebar dari orang ke orang. Bagi yang mengalami kelainan sistem kekebalan tubuh dan juga orang yang lanjut usia akan lebih mudah terserang penyakit ini. Terlebih lagi pada anak-anak, di mana sistem kekebalan tubuh mereka belum terbentuk sepenuhnya.

ISPA yang terjadi pada bayi dan balita jika dibiarkan maka bisa berlanjut menjadi radang paru (pneumoni) yang bisa mengakibatkan kematian. 

 

 Faktor pendukung yang menyebabkan bayi dan balita terserang ISPA dan hal-hal yang dapat menularkan adalah : air ludah, darah, bersin dan udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup ke saluran pernapasannya, bayi kurang gizi dan lingkungan yang tidak hygiene.

Menurut derajat keparahannya, ISPA dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu :

1.      ISPA ringan, bukan pneumonia

2.      ISPA sedang, pneumonia

3.      ISPA berat, pneumonia berat

Khusus untuk bayi di bawah 2 bulan, hanya dikenal ISPA berat dan ISPA ringan. Batasan ISPA berat untuk bayi kurang dari dua bulan adalah bila frekuensi napasnya cepat (60 kali per menit atau lebih) atau adanya tarikan dinding dada yang kuat. Pada dasarnya ISPA ringan dapat berkembang menjadi ISPA sedang  atau ISPA Berat jika pasien kurang mendapat perawatan  atau daya tahan tubuh pasien kurang.

 

Pencegahan

-       Menjaga keadaan gizi agar tetap baik

-       Imunisasi

-       Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan

-       Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA

-       Menggunakan alat pelindung tertentu terhadap droplet (yaitu masker).

Gejala

1.      ISPA Ringan

-          Batuk

-          Serak

-          Pilek

-          Panas atau demam, suhu badan lebih dari 370C atau jika dahi anak di raba dengan punggung tangan terasa panas.

2.      ISPA Sedang

-          Gejala-gejala yang dialami pada ISPA Ringan

-          Suhu lebih dari 39 0C

-          Tenggorokan berwarna merah

-          Timbul bercak-bercak pada kulit menyerupai bercak campak

-          Telinga sakit atau mengeluarkan nanah dari lubang telinga

-          Pernapasan berbunyi seperti mendengkur atau mencuit-cuit

3.      ISPA Berat

-          Gejala-gejala ISPA Ringan dan ISPA Sedang

-          Bibir atau kulit membiru

-          Lubang hidung kembang kempis (dengan cukup lebar) pada waktu bernapas

-          Anak tidak sadar atau kesadarannya menurun

-          Pernapasan berbunyi mengorok atau mencuit-cuit dan anak tampak gelisah

-          Sela iga tertarik kedalam pada waktu bernapas

-          Nadi cepat lebih dari 60 kali/menit atau tidak teraba

-          Tenggorokan berwarna merah

Pasien ISPA berat harus dirawat di rumah sakit atau puskesmas karena perlu mendapat perawatan dengan perawatan khusus seperti oksigen dan infus.

Pengobatan

Pengobatan tergantung dari gejala yang di alami biasanya melalui analgesik untuk sakit kepala, sakit tenggorokan dan nyeri otot.

Pemberantasan :

-       Penyuluhan kesehatan terutama ditujukan kepada para ibu

-       Pengelolaan kasus yang disempurnakan

-       Imunisasi

Penyakit ISPA menjadi urutan pertama dalam 10 penyakit terbanyak Kabupaten Banjar tahun 2016, Penyakit ISPA di Kabupaten Banjar umumnya terjadi peningkatan pada bulan kemarau sebagai dampak kabut asap yang sering terjadi. Untuk penanggulangan penyakit ISPA, Dinas kesehatan Kabupaten Banjar melalui Program Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menitikberatkan pada penyakit pneumonia tanpa mengesampingkan ISPA sendiri dengan melakukan beberapa upaya diantaranya penatalaksanaan ISPA di puskesmas sesuai prosedur, penyuluhan oleh tenaga kesehatan dan meningkatkan pengetahuan pengelolan ISPA.

 

"Peduli terhadap kesehatan kita juga kesehatan anak kita sebagai generasi penerus dan masa depan bangsa"

 

Konfirmasi Program : Bapak Seger, S. ST., M. Kes (Pengelola ISPA dan Diare Seksi Penanggulangan Penyakit Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar)

 

REFERENSI 

Clinic Mayo (2010) Common Cold : “Treatments and Drugs”,http://www.mayoclinic.com/health/common-cold/ DS00056/DSECTION=treatments-and-drugs. Retrieved 9 January 2010.

 

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Epidemic & Pandemic Alert and Response, www.who.int/iris/bitstream/10665/69707/14/WHO_CDS_EPR_2007.6_ind.pdf