Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Satria Multimedia

Mengenal Dispepsia

 DISPEPSIA

(Rusdiana HM)

 

Dispepsia adalah rasa sakit kronis atau berulang yang berpusat di perut bagian atas, mulas atau regurgitasi asam.

Penyebab

Penyebab dispepsia antara lain :

  • - Perubahan pola makan
  • - Pengaruh obat-obatan yang di makan secara berlebihan dalam waktu yang lama
  • - Alkohol dan nikotin rokok
  • - Tumor atau kanker saluran pencernaan (kanker lambung)
  • - Menelan udara (aerofagi)
  • - Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung
  • - Iritasi lambung
  • - Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis
  • - Peradangan kandung empedu (kolesestiti)
  • - Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya)
  • - Kelainan gerakan usus
  • - Stress psikologis, kecemasan, atau depresi
  • - Infeksi helicobacter pylory

Kadang penyebab dyspepsia juga belum dapat dipastikan.

Manifestasi klinis 

  • - Nyeri perut (abdominal discomfort)
  • - Rasa perih di ulu hati
  • - Mual, kadang-kadang sampai muntah
  • - Napsu makan berkurang
  • - Rasa lekas kenyang
  • - Perut kembung
  • - Rasa panas di dada dan perut
  • - Regurgitasi (keluar cairan dari lambung secara tiba-tiba)

 

Pencegahan

Mencegah timbulnya gangguan dispepsia :

  • - Pola makan yang teratur
  • - Hindari makanan berlemak tinggi yang menghambat penggosongan isi lambung (coklat, keju dan lain-lain)
  • - Hindari makanan yang menimbulkan gas di lambung (kol, kubis, kentang, melon, semangka dan lain-lain)
  • - Hindari makanan yang terlalu pedas
  • - Hindari minuman dengan kadar caffeine dan alcohol
  • - Hindari obat yang mengiritasi dinding lambung, seperi obat anti-inflammatory misalnya yang mengandung    ibuprofen, aspirin, naproxen dan ketoprofen. Acetaminophen adalah pilihan yang tepat untuk mengabati rasa  nyeri karena tidak mengakibatkan iritasi pada dinding lambung.
  • - Kelola stress
  • - Tidak merokok
  • - Jika anda memiliki gangguan acid reflux, hindari makan sebelum waktu tidur
  • - Hindari faktor-faktor yang membuat pencernaan terganggu seperti makan terlalu banyak erutama makanan berat dan berminyak, makan terlalu cepat atau makan sesaat sebelum olahraga.
  • - Pertahankan berat badan sehat
  • - Olahraga teratur
  • - Ikuti rekomendasi dokter mengenai penanganan dispepsia

Penatalaksanaan medis

Penatalaksanaan non farmakologis

  • -  Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung
  • -  Menghindari faktor resiko seperti alkohol, makanan yang pedas, obat-obatan yang berlebihan, nikotin rokok    dan stress
  • -  Atur pola makan

Penatalaksanaan farmakologis

Sampai saat ini belum ada regimen pengobatan yang memuaskan terutama dalam mengantisipasi kekambuhan. Untuk obat-obatan yang diberikan meliputi antacid (menetralkan asam lambung) golongan antikoliergik

(menghambat pengeluaran asam lambung) dan prokinetik (mencegah terjadinya muntah).

 

 Referensi :

  1. Guidelines for the management of dyspepsia. Nicholas J. talley, M.d., Ph.D., 2005. s3.gi.org/physicians/guidelines/dyspepsia.pdf.
  2. Laporan Pendahuluan Dispepsia. syamsudin-kangoufu.blogspot.com/2013/12/laporan-pendahuluan
  3. Obat Dispepsia. Obat dan Penyakit. umarobat.blogspot.com/2013/11/obat-dispepsia.html