Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Satria Multimedia

Sistem Informasi Penyebab Kematian Berbasis Registrasi (Cause Of Death Registration)

SISTEM INFORMASI PENYEBAB KEMATIAN BERBASIS REGISTRASI

(CAUSE Of DEATH REGISTRATION)

 

Oleh : Khairina Isnawaty, S. Kom., MPH

 

            Registrasi sipil dan statistik merupakan hal yang sangat diperlukan dalam berbagai bidang sebagai dasar membuat perencanaan yang efektif dan efisien. Pada negara-negara yang maju, registrasi sipil sudah terlaksana dengan baik sehingga dapat di jadikan sebagai sumber statistik vital negara. Statistik vital seperti kelahiran, kematian, dan penyebab kematian dapat disediakan dalam sistem registrasi sipil dengan koordinasi instansi yang terlibat dalam kejadian penting tersebut. Dinas Kependudukan Catatan Sipil sebagai instansi yang mencatat peristiwa penting dapat bekerja sama dengan Dina Kesehatan yang juga memiliki kepentingan data kelahiran, data kematian dan penyebab kematian. Data kematian merupakan sumber daya yang penting untuk kesehatan, sehingga sistem registrasi sipil perlu dibangun dengan kolaborasi dari berbagai sektor terkait.

Latar belakang dari registrasi penyebab kematian, diantaranya :

1.      Undang Undang Kesehatan No 36/2009 untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yg efektif dan efisien diperlukan informasi kesehatan.

2.      Perencanaan dan evaluasi program kesehatan belum mengacu data penyebab kematian yg merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan (SIK).

3.      SIK yg optimal membutuhkan dukungan lintas sektor dan merupakan integrasi berbagai sumber data yg dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, termasuk di dalamnya data tentang penyebab kematian.

4.      Undang Undang No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan : pencatatan vital dilakukan melalui Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dari desa/kelurahan hingga kab/kota, propinsi dan nasional.

5.       Informasi penyebab kematian belum dicakup dalam SIAK.

6.      Peraturan bersama Mendagri dan Menkes RI no 15 tahun 2010 dan no 162/MENKES/PB/ I/2010 tentang pelaporan kematian dan penyebab kematian.

7.      Hingga sekarang, informasi penyebab kematian didapat dari survei (SKRT/SURKESNAS/RisKesDas).

8.      Biasanya underreporting sampai 40 %, sulit generalisasi (Life Table, IMR, MMR, Tingkat Kematian Anak Balita secara langsung, UHH).

9.      Pelaporan kematian harus dilampiri surat keterangan kematian dari dokter yg berwenang dari Pelayanan Kesehatan terdekat.

 

Sejak Tahun 2006, Badan Litbangkes Kemenkes RI bekerja sama dengan UQ-Brisbane dan WHO mengembangkan Sistem Registrasi Kematian dan Penyebab Kematian. Pada Tahun 2006 : DKI Jakarta (Jaktim dan Jakpus), Kab. Pekalongan, dan Surakarta. Dan pada Tahun 2007 : Kota Metro, Kab. Lampung Selatan, Kota Pontianak, Kab. Sambas, Kab & Kota Gorontalo, Kab & kota Jayapura.

Tahun 2010-2011 di 15 Kab/Kota dengan pendanaan dari Badan Litbangkes Kemenkes RI, Ke 15 kab/Kota tersebut diantaranya Kab. Langkat, Kab. Padang Pariaman, Kota Palembang, Kab. Bekasi, Kota Jogjakarta, Kab. Gresik, Kab. Gianyar, Kab. Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Balikpapan, Kab. Gowa, kota Manado, Kota Mataram, Kab Kupang , Kota Ambon dan Kab Sorong.

Manfaat statistik penyebab kematian, diantaranya :

a.       Trend Dan Diferensial Penyakit

b.      Planning Program Intervensi

c.       Monitoring

d.      Evaluasi Program

e.       Penelitian Epidemiologi

f.       Penelitian Biomedis Dan Sosiomedis

g.      Perencana Kesehatan, Administrator, Medis Profesional

            Seksi Data dan Informasi Kesehatan Bidang Promosi dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar telah melaksanakan sistem pencatatan kematian dan penyebab kematian di wilayah Kabupaten Banjar, dimana setiap tahunnya Seksi Data Dan Informasi Kesehatan mengadakan sosialisasi dan pelatihan mengenai sistem informasi penyebab kematian berbasis registrasi ini.

Untuk tahun 2015, sosialisasi dan pelatihan Civil Registration Vital Statistic (CRVS)  telah dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 November 2015 di Hotel Batung Batulis Banjarbaru dengan narasumber dari Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta narasumber dari Dinas Kesehatan Prov. Kalimantan Selatan dan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Peserta pertemuan sendiri mengundang pengelola program COD (Cause Of Death) se – Kabupaten Banjar (24 Puskesmas) dan juga mengundang dari beberapa instansi terkait sepeti Kepolisian Resort Banjar, dari RSUD. Ratu Zalecha, RS Aviciena Medika, RS Pelita Insani, RS. Danau Salak dan RS. Mutiara Bunda.

            "Mohon Mencantumkan Sumber Jika Ingin Mengcopy Artikel Diatas"