Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Satria Multimedia

The Malaria Atlas Project (MAP)

ANALISIS JURNAL :

PROVIDING OPEN ACCESS DATA ONLINE TO ADVANCE MALARIA RESEARCH AND CONTROL

The Malaria Atlas Project (MAP)

 

Oleh: Khairina Isnawaty, S. Kom., MPH

 

BAB I

A.     Latar Belakang 

The Malaria Atlas Project (MAP) atau Proyek Atlas Malaria didirikan pada tahun 2005 membantu memperkirakan populasi beresiko malaria  menggunakan pendekatan kartografi. Di masa lalu dan saat ini, survei prevalensi parasit ini membantu dalam  mengukur proporsi masyarakat dengan parasit yang ada dalam darah (sering disebut sebagai PR atau tingkat parasit survei). Menyediakan sebagian besar informasi global yang tersedia di daerah endemisitas malaria. 

Data dari atlas malaria ini juga telah digunakan untuk melakukan analisis nasional yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara, misalnya untuk Somalia, Kenya, Indonesia, Djibouti dan Sudan. Sejak 2010, data baru telah disusun dan geopositioned dan total saat ini adalah 24.210 catatan survei. 

Selain itu, MAP meluncurkan pelatihan berkesinambungan untuk menyusun survei anopheles nyamuk untuk  melaporkan terjadinya dan ada tidaknya P. falciparum : spesies vektor malaria yang dominan. Data ini hampir secara eksklusif dikumpulkan dari diterbitkan, artikel jurnal peer-review.
MAP menggambarkan data survei dan data yang dimodelkan yang sekarang dapat ditemukan online dan menguraikan mekanisme rilis data yang dikembangkan dengan tujuan membuat dataset tersebut agar mudah diakses dan mudah ditemukan, dipahami, dinilai dan bisa digunakan.

B.       Masalah

Masalah atau kendala dalam pekerjaan maupun pembuatan The Malaria Atlas Project (MAP) ini adalah :

1.      Masalah perijinan merilis data di atlas malaria.

2.   Situs atlas malaria ini akan sangat bergantung pada survei malaria nasional dan khususnya volume data yang besar, terkait dengan koordinat GPS, yang disediakan oleh MEASURE DHS. Berbagi data dan informasi mengenai malaria antara badan-badan nasional dan badan-badan internasional akan sangat penting untuk memastikan angka atau data malaria sebenarnya.

3.  Tantangan ke depan adalah untuk menciptakan budaya rutin berbagi data dari survei indikator malaria setelah Hasilnya telah dipublikasikan.

 

C.     Tujuan

Tujuan dari dibuatnya The Malaria Atlat Project (MAP) adalah :

1.      Di masa yang akan datang, Malaria Atlas Project merupakan Kolaborasi baru dengan WHO bertujuan untuk mendukung analisis kartografi 2013.

2.     Menghasilkan Malaria Report dan menghasilkan perkiraan beban malaria tahunan menggunakan data luas dan teknik pemodelan yang ketat, yang kemudian akan tersedia di situs MAP.

 

D.     Manfaat

Hasil  penelitian  diharapkan  dapat  memberikan  manfaat bagi banyak pihak antara lain:

1. Memberikan informasi serta data yang berpengaruh terhadap kejadian malaria, sehingga dapat mengambil keputusan dan dapat menyusun rencana dan strategi yang efektif dalam penanganan malaria.

2. Memberikan gambaran   informasi  yang  ada  di  daerah  endemis   tentang keadaan lingkungan dan perilaku masyarakat, sehingga dalam pelayanan kesehatan akan bisa lebih baik lagi.

3. Memberikan informasi tambahan dalam pelaksanaan program pengendalian malaria yang akan dilakukan.

4. Agar Pelaporan Nasional malaria menjadi baik,

5.   Membantu menginformasikan beban global malaria dalam sistem pelaporan nasional, informasi estimasi berdasarkan data epidemiologi terkait dengan distribusi malaria. (Simon I Hay, Robert W Snow, 2006).

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.   Model Database The Malaria Atlas Project (MAP) 

Dalam MAP telah dijelaskan bagaimana data Prevalensi parasit dan vektor dataset survei digunakan dan diidentifikasi secara detail. Data survei yang diadakan di tiga bagian dari database relasional (dibangun menggunakan sistem manajemen PostgreSQL).

Satu bagian berisi tabel yang menggambarkan situs, menyediakan lintang, bujur (dalam derajat desimal ke lima tempat desimal) untuk setiap titik lokasi daerah endemis malaria.

Pemeriksaan kualitas data dilakukan untuk memastikan bahwa koordinat MAP jatuh dalam batas-batas negara dan di darat seperti yang didefinisikan oleh MAP master grid menggunakan WGS84 koordinat sistem referensi.

 

B.  Terkait Perijinan Untuk Merilis Data 

Sebagian besar data yang dikumpulkan dari sumber yang dipublikasikan disertai izin terlebih dahulu jika ingin share data di atlas malaria.

 Satu-satunya komitmen yang diberikan kepada kontributor data adalah bahwa data tidak akan dipublikasikan dan tidak akan dirilis sampai izin telah diterima dan bahwa kutipan untuk sumber data asli akan disediakan dengan data yang dirilis. 

 

C.   Perkembangan Data Explorer Online 

Data Explorer dirancang untuk memungkinkan pengguna dengan bandwidth yang rendah untuk memvisualisasikan penyebaran geografis dari data survei ditindih pada Google Maps dan peta dasar untuk men-download data ini.

Fungsi tambahan dimasukkan untuk memungkinkan pengguna data survei melihat prevalensi dan mendownload data parasit oleh negara-negara endemis dan vektor data kejadian oleh spesies.

Data Explorer tidak dikembangkan untuk digunakan pada perangkat mobile.

D.      Peta Publikasi

      Peta Publikasi MAP terdiri dari beberapa ribu gambar peta kualitas publikasi yang ditujukan untuk pengguna  online, program perangkat lunak dipesan dan dikembangkan dengan pemrograman JAVA.

Perangkat lunak ini memungkinkan memproduksi gambar peta dengan tipe - pengaturan yang memungkinkan kualitas yang baik dan dinamis, produksi PDF resolusi tinggi, mudah overlay gambar transparan dan kemampuan untuk mengkonfigurasi ulang bar grid / skala untuk beberapa resolusi.

Hal ini memungkinkan MAP untuk menghasilkan data global, regional dan nasional varian peta dari masing-masing set data dimodelkan.


E. Kesimpulan

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil :

Ø  Mudah mengatakan bahwa mudah membuat The Malaria Atlas Project akan tetapi pada kenyataannya merilis data malaria saja sangat sulit, apalagi mengaplikasikan Malaria Atlas.

Ø  Data yang akan di aplikasikan harus bersih, asalnya jelas, struktur harus mudah dipahami dan data harus mudah untuk ditemukan bagi siapa saja yang mungkin ingin menggunakannya.

Ø  Dataset tersusun dari berbagai sumber yang sangat berharga untuk penelitian kesehatan masyarakat dan hal ini terutama berlaku untuk penyakit terabaikan di mana sering ada kekurangan data.

Ø  Data tidak dipublikasikan yang dimiliki oleh pihak ketiga tidak bisa di share begitu saja di MAP, dan hal tersebut memakan waktu yang lama.

Ø  Hibah penelitian jarang mencakup dana untuk rilis data malaria atlas.

Ø  Penelitian biomedis untuk meningkatkan kesehatan manusia sangat penting bahwa data yang dibagi dan penelitian MAP sendiri telah dimungkinkan oleh ratusan kelompok di seluruh dunia yang awalnya berbagi data survei yang telah mereka kumpulkan .

Ø  Ada dukungan program nasional untuk memetakan risiko penyakit dalam negara endemis malaria.

Ø  Ada dukungan untuk membangun database online malaria.

Harapannya adalah bahwa karya yang disajikan di sini yaitu The Malaria Atlas Project (MAP) akan memfasilitasi terkait penyediaan data malaria dimana badan-badan nasional dapat menggunakannya untuk membangun peta malaria sendiri. Infrastruktur MAP berfungsi untuk memberikan data survei dan estimasi model secara tepat waktu dan MAP bertujuan untuk melipatgandakan jumlah informasi yang tersedia di website dalam beberapa tahun  kedepan.


REFERENSI

Moyes L. Chaterine, Temperley H. William, Henry J. Andrew, Burgert L. Clara, and Hay I Simon (2013) Providing open access data online to advance malaria research and control : Malaria Journal, Malar J. 2013; 12: 161.

Hay I Simon, Snow W Robert (2006) The Malaria Atlas Project : Developing Global Maps of Malaria Risk, PLoS Med 3(12): e473. doi:10.1371/journal.pmed.0030473.

 

Mohon Mencantumkan Sumber Jika Ingin Mengcopy Artikel Ini”