Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Selamat Datang di Website Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar
Satria Multimedia

Persiapan Kampanye Imunisasi MR Tahun 2018

16-11-2017

Saat ini, Indonesia merupakan 1 dari 6 negara prioritas dengan jumlah anak tidak/belum di imunisasi terbesar di dunia. Indonesia termasuk ke dalam 10 negara dengan kasus campak terbesar di dunia. Jumlah kasus campak tahun 2010 - 2015 sebesar 23.164. jumlah kasus rubella tahun 2010 - 2015 sebesar 30.463.

Jumlah Kasus CRS tahun 2013 sebesar 2.767. Global menargetkan eliminasi campak dan rubella tahun 2013 sebesar 2020. Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian Rubela/CRS pada tahun 2020. Jumlah kasus campak di Kabupaten Banjar tahun 2017 sebanyak 125 penderita.

Penyakit campak dapat mengakibatkan komplikasi serius seperti diare, radang paru (Pneumonia), radang otak, kebutaan bahkan kematian, sedangkan penyakit rubella tidak begitu berbahaya bagi anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan, kecacatan pada bayi dapat berupa kelainan jantung, gangguan penglihatan, ketulian dan keterlambatan tumbuh kembang anak.

Cara paling cost effective agar kita terlindingi dari campak dan rubella adalah dengan IMUNISASI. Imunisasi dengan Vaksin MR merupakan pencegahan terbaik terhadap penyakit campak dan rubella serta pencegahan serta pencegahan terhadap dampak berbahaya yang diakibatkan kedua penyakit tersebut. Satu suntikan vaksin akan mencegah dua penyakit sekaligus.

Mulai tahun 2017 Pemerintah mulai memasukkan vaksin rubella dalam bentuk kombinasi dengan vaksin campak, kedalam Program Imunisasi Nasional. Pengenalan vaksin MR ini di dahului dengan kegiatan kampanye imunisasi MR, yaitu berupa pemberian imunisasi MR secara massal yang diberikan secara gratis, tidak dipungut biaya.

Pelaksanaan kampanye imunisasi MR dibagi 2 fase. fase pertama dilaksanakan pada bulan agustus - september 2017 diseluruh jawa. fase kedua pada bulan agustus - september 2018 diseluruh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Masalah yang didentifikasi saat ini antara lain berupa adanya pesan negatif tentang kampanye imunisasi MR yang sengaja disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. juga sertifkasi halal sehingga sebagian sekolah/ponpes yang sebelumnya mau imunisasi menjadi menolak/menunda imunisasi. 

Selain itu maraknya pemberitaan media masa seputar tentang KPI menyebabkan masyarakat takut dan menolak imunisasi. bahkan petuas pun ikut merasa kebingungan khawatir dan takut menyuntik. 

Dalam menangani masalah tersebut, Puskesmas sebagai garda terdepan layanan kesehatan di Kabupaten Banjar diharapkan sudah menyiapkan diri bersama dengan Dinas Kesehatan dalam upaya terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Sehingga Rakor Program Imunisasi persiapan kampanye imunisasi MR Tahun 2018 sangat penting untuk dilaksanakan.

Sebanyak 24 orang Koordinator Imunisasi (KORIM) UPT. Puskesmas Se - Kabupaten Banjar mengikuti Rakor Program Imunisasi persiapan kampanye imunisasi MR Tahun 2018 yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kab. Banjar Hari Rabu Tanggal 15 November 2017. Acara diselenggarakan oleh Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Kepala Bidang P2P Dinas kesehatan Kab. Banjar Ibu Rusidawati, SKM dalam sambutannya mewakili Bapak Ikhwansyah, M. Kes (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Banjar) mengatakan bahwa "Kabupaten Banjar tidak ingin ketinggalan dalam berkontribusi dalam upaya penghapusan penyakit campak dan rubela. Tugas dan tanggung jawab ini tentunya tidak akan terwujud tanpa kerjasama dan kerja keras bersama. Pada awal tahun 2020 diharapkan penyakit campak dapat di eliminasi dan rubela berhasil dikendalikan. ´╗┐acara di moderatori oleh Ibu drg. Rahimayanti, MPHM (Kepala Seksi Surveilans Dan Imunisasi).

Dalam persiapan kampanye MR Tahun 2018 ini dilakukan perhitungan data sasaran, logistik, SDM serta Anggaran.

´╗┐