GERMAS DAN GERMIT DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING DI KABUPATEN BANJAR

Pencanangan GERMAS dan GERMIT cegah stunting tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2018, Jumat 11 Mei 2018 yang bertempat di SMPN 1 Martapura, dilatar belakangi prevalansi pendek dan sangat pendek (stunting) di Kabupaten Banjar yang masih banyak atau diatas dari target Nasional maka dilakukan upaya memutus mata rantai stunting tersebut dengan intervensi pada remaja putri karena remaja putri adalah calon ibu yang akan nantinya melahirkan generasi penerus jika calon ibu sehat maka anak yang akan dilahirkanpun sehat.

Istilah stunting mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa . Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang, sehingga mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

Berdasarkan data WHO, Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata. Bahkan, kasus stunting di Indonesia semakin meningkat. Pada 2013 persentase penderita stunting sebesar 37,2 persen.

 

Anak stunting (bertubuh pendek) merupakan indikasi kurangnya asupan gizi, baik secara kuantitas maupun kualitas, yang tidak terpenuhi sejak bayi, bahkan sejak dalam kandungan. Kondisi ini menyebabkan anak memiliki tinggi badan cenderung pendek pada usianya. Selain tubuh pendek, stunting juga menimbulkan dampak lain, baik dampak jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Dalam kegiatan  ini diawali dengan materi tentang anemia pada remaja putrid an stunting serta GERMAS oleh Kepala Seksi KESGA dan Gizi dan dilanjutkan senam bersama kemudian acara dibuka oleh SEKDA (Bpk. Ir. H. Nasrun Syah,MP) kemudian mencangankan GERMAS dan GERMIT serta laporan  oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar (Bpk. Ikhwansyah, M.Kes) dan penyerahan Raport Kesehatan oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Banjar (Ibu Hj. Raudathul Wardiyah), kemudian ditutup dengan minum tablet tambah darah oleh semua peserta yang hadir.