“MASYARAKAT TIDAK PERLU TAKUT, TIDAK PERLU MERASA MALU DAN JUGA TIDAK PERLU MERASA KHAWATIR DENGAN IMUNISASI”

Dinkes Banjar Gelar Imunisasi Measles dan Rubella pada bulan Agustus-September 2018

Martapura – Bertempat di Aula Barakat Pemda Banjar Martapura, tgl 11 Juli 2018 dilaksanakan sosialisasi pertemuan lintas sektor kampanye imunisasai MR (Measles, Rubella), peserta yang hadir 24 kepala Puskesmas Se-Kab Banjar,acara tersebut juga di hadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Banjar Ibu Hj. Raudhatul Wardiyah beliau sekaligus memberikan sambutan serta membuka acara, dalam sambutannya beliau mengatakan “ sangatlah penting peran dari masyarakat terhadap keberhasilan program imunisasi ini, masyarakat tidak perlu takut, tidak perlu merasa malu dan juga tidak perlu merasa khawatir, karena kegiatan ini bertujuan untuk menyehatkan anak-anak kita agar terhindar dari berbagai macam penyakit.” Selain itu acara ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi yang di hadiri langsung oleh Bapak Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Bapak Dr. H. Muhammad Muslim, S.Pd, M.Kes dan beliau sekaligus sebagai Narasumber.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Bapak Ikhwansyah, M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa “program imunisasi merupakan standar pelayanan prima yang wajib diberikan agar dapat melindungi masyarakat terhadap penyakit dan beliau juga mengatakan bahwa pada bulan Agustus sampai dengan September 2018 mendatang rencananya kita akan melaksanakan imunisasi MR (Measles, Rubella) secara massal dan di berikan secara cuma-cuma/gratis. Dengan sasaran anak-anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. Target sebanyak 153.808 orang anak di Kabupaten Banjar.”
Bapak Ikhwansyah, M.Kes juga menambahkan juga penyakit MR dapat menyebabkan komplikasi antara lain seperti diare, radang paru, radang otak, kebutaan bahkan sampai menyebabkan kematian. “Untuk di Kabuapten Banjar sendiri kasus campak pada tahun 2016 sebanyak 23 kasus dan di tahun 2017 ada sebanyak 25 kasus.” Paparnya.
Sementara itu kepala seksi Surveilans dan Imunisasi bidang P2P Dinkes Banjar ibu drg. Rahimayanti, MPHM, ikut menambahkan pihaknya sudah melakukan sosialisasi dari awal 2018 yang lalu ke sekolah-sekolah yang berada di desa dan di kecamatan, beliau juga menjelaskan imunisasi ini (MR) berupa suntikan atau yang lazim disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada umumnya mengalami pembengkakan di lokasi suntikan, demam dan keluar bintik-bintik merah sebagai efek samping, namun efek samping yang di timbulkan itu di pastikan tidak berbahaya.”