SEKDA BANJAR AJAK MASYARAKAT DAN LEMBAGA SEKTOR LAINNYA UNTUK MENDUKUNG PROGRAM NASIONAL GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS)

Kegiatan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang diadakan di lapangan sepak bola, di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar Kamis, 04 Oktober 2018 kali ini bertema BALILIHAT (Banjar Peduli Lingkungan Sehat) berlangsung meriah, pasalnya acara tersebut di hadiri oleh Sekda Banjar (Ir. H. Nasrunsyah, MP), Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar (M. Ikhwansya, M.Kes) dan Kepala SKPD lingkup Kabupaten Banjar, Camat, Murid-Murid SDN Simpang Empat 2, Pegawai UPT. Puskesmas Simpang Empat 1 serta Masyarakat.

Dalam kegiatan GERMAS ini dilaksanakan Senam Bersama, Makan Sayur dan buah-buahan, Pengecekan Kesehatan, dan dilanjutkan dengan pemberian Obat Penambah Darah dan Obat Cacing, Pemberian Imunisasi MR, serta dilakukan Pemeriksaan  IVA bagi ibu-ibu yang ingin diperiksa di Puskesmas Simpang Empat 1.

Pada saat acara dibuka dalam sambutan Sekda Banjar Ir. H. Nasrunsyah, MP “mari kita dukung dan kita sukseskan Program Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pencegahan stunting dengan pemberian tambah darah (tablet FE) dan dioptimalkan dengan ISI PIRINGKU (makan buah, sayur, lauk dan makanan pokok lainnya) dan kampanye Imunisasi MR dalam rangka mewujudkan Kabupaten Banjar yang sehat dan cerdas sehingga masyarakat Kabupaten Banjar sejahtera dan Barokah terwujud”

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular  (PTM)  dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya  beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar.  Pada akhirnya, kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.

Gerakan Masyarakat Hidup sehat  ( GERMAS )  merupakan gerakan nasional yang tertuang dalam instruksi presiden Republik Indonesia No.1 tahun 2017 yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja.  Peran Dinas Kesehatan  dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat.  Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah  bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu:

  1. Melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari,
  2. Mengonsumsi buah dan sayur; dan
  3. Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali.

Tujuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat :

  1. Menggugah kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan gerakan hidup sehat.
  2. Membangkitkan rasa tanggungjawab bersama bahwa hidup sehat harus diawali diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
  3. Menjadi momentum strategi sebagai tonggak awal dimulainya gerakan masyarakat hidup sehat.
  4. Menggerakan seluruh komponen bangsa untuk hidup sehat.
  5. Menggerakan masyarakat dalam berperilaku hidup sehat.
  6. Menggali/mengenali sumber daya, potensi dan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat dalam mencapai hidup sehat.

 

Masalah stunting menunjukkan ketidakcukupan gizi dalam jangka waktu panjang yaitu kurang energi dan protein juga beberapa zat gizi mikro. Kejadian stunting dapat diputus mata rantainya sejak usia remaja melalui suplementasi zat gizi tablet tambah darah (tablet FE) dan dioptimalkan dengan ISI PIRINGKU Pencegahan dan penanggulangan stunting dengan ISI PIRINGKU yaitu dengan makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, lauk pauk sebagai sumber protein, sayur-sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin dan mineral. Juga dengan minum air 8 gelas sehari.

Selama bulan Agustus dan September 2018 akan diberikan imunisasi MR pada bayi usia 9 bulan sampai dengan anak-anak kurang dari 15 tahun. Imunisasi MR ini berguna untuk mencegah dari penyakit campak dan rubella.

Banyak perempuan Indonesia yang terkena penyakit kanker, dimana kanker payudara dan kanker serviks berada diurutan pertama dan kedua. Untuk itu diharpkan agar seluruh perempuan Indonesia melakukan IVA test guna mendeteksi dan mencegah kanker serviks sejak dini.