CUCU BUPATI BANJAR JUGA SUDAH DI IMUNISASI MR

Dalam peningkatan derajat kesehatan kabupaten banjar salah satunya yaitu Imunisasi yang merupakan program pencegahan penyakit menular yang diterapkan dengan memberikan vaksin sehingga orang tersbut imun atau resisten terhadap penyakit tersebut. Program imunisasi dimulai sejak usia bayi hinggan masuk usia sekolah. Melalui program ini, anak akan diberikan vaksin yang berisi jenis bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dinonaktifkan guna merangsang sistem imun dan membentuk antibodi di dalam tubuh mereka. Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi bermanfaat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus tersebut di masa yang akan datang.

Jumat, 5 Oktober 2018, bertempat di kediaman Bupati Banjar di Mahligai Sultan Adam,10 Cucu Bupati Banjar, H. Khalilurrahman, diberikan imunisasi MR. Sebelum pemberian imunisasi dilakukan pemeriksaan kondisi anak untuk memastikan bahwa anak yg akan diimunisasi dalam kondisi sehat.

Dalam kegiatan ini ibu Bupati Hj. Raudhatul Wardiyah selalu mendampingi cucu-cucu beliau saat akan diimunisasi, Hadir juga dalam kegiatan ini, Bapak Ikhwansyah (Kepala Dinas Kesehatan), Kabid P2P dan Kasi surveilans dan imunisasi Dinkes kab Banjar. Pelaksanaan teknis imunisasi dilakukan oleh tim vaksinasi UPT. Puskesmas Martapura 2. “Saya ingin keluarga saya sehat, bebas dari penyakit Meases dan Rubella, maka dari itu saya bersedia cucu saya diberi imunisasi MR” Ujar Bupati Banjar KH. Khalilurrahman.

Penyakit Rubella adalah penyakit yang mirip dengan Campak yang juga ditularkan melalui saluran perenapasan saat batuk atau bersin. Penyebab penyakit Rubella adalah Virus Rubella, dan akan mati oleh sinar ultraviolet, bahan kimia, bahan asam dan pemanasan. Rubella pada anak sering hanya menimbulkan gejala demam ringan atau bahkan tanpa gejala sehingga sering tidak terlaporkan, sedangkan Rubella pada wanita dewasa sering menimbulkan sakit sendi (arthritis atau arthralgia). Rubella pada wanita hamil terutama trisemester pertama dapat mengakibatkan keguguran atau bayi lahir dengan cacat bawaan yang disebut congenital rubella syndrome (CRS).

Penyakit Campak dan Rubella tidak dapat diobati, tetapi kedua penyakit ini bisa dicegah dengan imunisasi. Pemerintah Indonesia memberikan imunisasi Campak sebagai salah satu program imunisasi nasional.