Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melaksanakan Pelatihan Pencegahan dan Tata Laksana Gizi Buruk pada Balita Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Banjarbaru, 18–23 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti tim interprofesi puskesmas yang terdiri dari dokter, bidan, dan petugas gizi sebagai upaya meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan kasus gizi buruk balita di Kabupaten Banjar.

Pelatihan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan pelayanan kesehatan balita sebagai bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan balita harus dilakukan secara optimal melalui deteksi dini, penanganan cepat, serta tata laksana yang sesuai standar guna mencegah komplikasi yang lebih berat.

Rangkaian kegiatan pelatihan diisi dengan pemaparan materi terkait pencegahan dan tata laksana gizi buruk, diskusi kasus, praktik penanganan balita gizi buruk, hingga penguatan sistem rujukan pelayanan kesehatan.

Peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai penanganan komplikasi medis pada balita gizi buruk, termasuk tata cara penyusunan formula klinis F-75 dan F-100 sebagai bagian dari penanganan kasus di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, kegiatan turut membahas penguatan pemantauan pertumbuhan balita melalui Posyandu, optimalisasi pelaporan surveilans gizi melalui aplikasi PELITA KESMAS, serta penyusunan standar prosedur operasional tata laksana gizi buruk di puskesmas.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar H. Noripansyah berharap melalui pelatihan ini tenaga kesehatan mampu meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan dalam menangani kasus gizi buruk balita di wilayah kerja masing-masing.

“Diharapkan melalui kegiatan ini pelayanan kesehatan balita dapat semakin optimal, mulai dari deteksi dini, penanganan, hingga sistem rujukan yang terintegrasi antara Posyandu, Puskesmas, dan Rumah Sakit,” ujarnya.

Melalui pelatihan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antar tenaga kesehatan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan gizi buruk balita secara berkelanjutan di Kabupaten Banjar.