
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar Rapat Kerja Lintas Program dan Lintas Sektor Program Diabetes Melitus di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar, Selasa (14/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T, MKM, Pelaksana Tugas Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Hj. Mariana, SKM, serta narasumber dr. Nanang Miftah Fajari, Sp.PD, K-EMD, FINASIM.
Pertemuan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan kebijakan program Diabetes Melitus di tingkat pusat dan daerah berjalan secara konsisten, terintegrasi, serta sesuai dengan pedoman nasional. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menyepakati mekanisme pencatatan, pelaporan, dan validasi data Diabetes Melitus sebagai dasar pengambilan keputusan.
Dalam arahannya, Dr. H. Noripansyah menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya Diabetes Melitus.
“Dengan semangat kebersamaan, kerja sama, dan doa yang tulus, kita yakin dapat mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait deteksi dini hingga tatalaksana Diabetes Melitus di fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I), guna meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang optimal.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam memahami standar pencatatan dan pelaporan program Diabetes Melitus. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Selain itu, pertemuan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan, antara lain pengumpulan laporan secara disiplin dan bertanggung jawab setiap tanggal 28 setiap bulan, optimalisasi input data ke dalam aplikasi ASIK CKG (untuk deteksi dini hingga tatalaksana), serta penggunaan aplikasi ASIK PTM Mobile untuk kegiatan luar gedung oleh kader maupun tenaga kesehatan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pengetahuan dan pelayanan Diabetes Melitus di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala guna menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menunjukkan kinerja terbaik.
Untuk kategori Pengelola Program Berkinerja dan Disiplin Terbaik Tahun 2026, penghargaan diberikan kepada Mustapa Ogmal, S.Kep., Ns., atas dedikasi dan komitmennya dalam menjalankan program Diabetes Melitus.
Sementara itu, kategori Puskesmas dengan Persentase Deteksi Dini Diabetes Melitus Terbanyak Tahun 2025 diraih oleh UPTD Puskesmas Sungai Tabuk I sebagai peringkat pertama, diikuti UPTD Puskesmas Gambut di posisi kedua, dan UPTD Puskesmas Beruntung Baru di posisi ketiga.
Pada kategori Capaian Deteksi Dini Diabetes Melitus Tertinggi Tahun 2025, penghargaan diraih oleh UPTD Puskesmas Beruntung Baru sebagai peringkat pertama, disusul UPTD Puskesmas Paramasan di posisi kedua, dan UPTD Puskesmas Simpang Empat 2 di posisi ketiga.
Dr. H. Noripansyah menegaskan bahwa deteksi dini Diabetes Melitus sangat penting untuk menekan angka kesakitan akibat penyakit tidak menular. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan deteksi dini secara rutin.








Tinggalkan Balasan