Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar Pertemuan Evaluasi Program Gizi Tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh kepala puskesmas, pengelola program gizi, dan tenaga gizi dari seluruh puskesmas se-Kabupaten Banjar.

Pertemuan tersebut dilaksanakan sebagai upaya mengevaluasi capaian program gizi sekaligus memperkuat strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar. Evaluasi difokuskan pada perkembangan data stunting, kualitas pelaporan, validasi data, serta pelaksanaan intervensi gizi di lapangan.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM, menyoroti pentingnya validasi data dan ketelitian dalam pelaksanaan pengukuran status gizi balita.

“Tolong lihat kembali data-data yang dilaporkan dan lakukan validasi secara cermat. Kita ingin memastikan data yang masuk benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga langkah yang kita ambil tepat dan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya.

Menurutnya, kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan program percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, tenaga gizi dan pengelola program di puskesmas diharapkan dapat terus meningkatkan koordinasi dengan kader dan pihak terkait untuk memastikan data yang dilaporkan telah melalui proses verifikasi yang baik.

Selain membahas capaian program gizi, pertemuan ini juga menjadi wadah diskusi bagi puskesmas untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program di wilayah kerja masing-masing. Berbagai masukan yang disampaikan peserta diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan program ke depan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berupaya memperkuat sinergi antara puskesmas dan pengelola program gizi guna mendukung pencapaian target pembangunan kesehatan daerah, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar.