
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Validasi Data Program Kesehatan Jiwa di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Pelaksana Tugas Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kabupaten Banjar, Hj. Mariana, SKM, bersama narasumber dr. Yanuar Satrio Sarosa, Sp.KJ.
Pertemuan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk memastikan kegiatan kesehatan jiwa berjalan sesuai rencana, standar, dan pedoman yang berlaku, sekaligus menggali hambatan di lapangan serta menemukan potensi perbaikan.
Hj. Mariana, SKM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, terutama puskesmas, yang telah berupaya serta berdedikasi dalam menjaga kesehatan jiwa masyarakat.
“Kegiatan di fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan layanan dan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami masalah kesehatan jiwa sangat penting, sehingga mereka mendapatkan akses layanan yang setara,” ujarnya.
Dalam pertemuan Monev Validasi Data Program Kesehatan Jiwa ini, para peserta mendapatkan materi terkait deteksi dini dan tatalaksana gangguan jiwa di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Salah satu peserta mengaku pertemuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan terkait deteksi dini dan tatalaksana gangguan jiwa di FKTP. “Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar kualitas program kesehatan jiwa semakin meningkat,” ungkapnya.
Pertemuan ini juga menghasilkan kesepakatan terkait pengumpulan laporan secara disiplin dan bertanggung jawab setiap tanggal 28 setiap bulan, serta optimalisasi input data ke dalam aplikasi Simkeswa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pengetahuan deteksi dini dan tatalaksana gangguan jiwa di FKTP. Ke depan, pertemuan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala guna menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi seluruh masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga memberikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menunjukkan kinerja terbaik.
Untuk kategori Pengelola Program Berkinerja dan Disiplin Terbaik Tahun 2026, penghargaan diberikan kepada Husnul Ridha’i, A.Md.Kep, atas dedikasi dan komitmennya dalam menjalankan program kesehatan jiwa.
Sementara itu, untuk kategori Puskesmas dengan Persentase Capaian Skrining Kesehatan Jiwa Tertinggi Tahun 2025, penghargaan diraih oleh UPTD Puskesmas Martapura 2 sebagai peringkat pertama, disusul UPTD Puskesmas Telaga Bauntung di posisi kedua, dan UPTD Puskesmas Karang Intan 1 di posisi ketiga.
Hj. Mariana, SKM, menegaskan bahwa skrining kesehatan jiwa sangat penting untuk menekan angka kesakitan akibat gangguan kesehatan jiwa. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan skrining kesehatan jiwa secara rutin.








Tinggalkan Balasan