Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melaksanakan Pertemuan Koordinasi, Advokasi, dan Sosialisasi dalam rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas, khususnya Deteksi Dini Kanker Serviks, yang berlangsung di Hotel Grand Tan, Martapura, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari 25 pengelola program kanker dari puskesmas se-Kabupaten Banjar serta 10 orang perwakilan lintas sektor terkait. Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas pelaksana program dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian kanker di Kabupaten Banjar.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kanker serviks masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memerlukan perhatian dan dukungan bersama dari berbagai pihak.
Menurutnya, deteksi dini merupakan langkah penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Oleh karena itu, diperlukan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan cakupan skrining serta memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah dan dideteksi lebih awal. Melalui kegiatan ini, kami berharap koordinasi dan kolaborasi seluruh pihak semakin kuat sehingga cakupan deteksi dini dapat terus meningkat dan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Dr. Noripansyah.
Laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa, Candra Galuh Tri Ardiani, S.ST., M.M. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola program dan lintas sektor terkait mengenai upaya pencegahan serta deteksi dini kanker serviks dan kanker kolorektal, sekaligus memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program di lapangan.
Materi pertama disampaikan oleh dr. Yulisa Haslinda, Sp.OG mengenai Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode HPV DNA. Dalam paparannya dijelaskan bahwa skrining HPV DNA merupakan metode yang memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi risiko kanker serviks sejak tahap awal sehingga memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan efektif.
“Deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA menjadi salah satu langkah penting untuk menemukan risiko kanker serviks sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih lanjut. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang keberhasilan penanganan yang dapat diberikan kepada pasien,” jelas dr. Yulisa.
Selanjutnya, dr. Riswan Arisandi, Sp.PD-KHOM menyampaikan materi tentang Deteksi Dini Kanker Kolorektal. Materi ini membahas faktor risiko, tanda dan gejala, kelompok sasaran pemeriksaan, serta pentingnya skrining sebagai upaya menemukan kasus secara dini guna meningkatkan keberhasilan pengobatan.
“Kanker kolorektal sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, skrining menjadi sangat penting untuk menemukan kasus lebih dini sehingga peluang keberhasilan pengobatan dapat meningkat,” ungkap dr. Riswan.
Materi berikutnya disampaikan oleh dr. Lely Hartati mengenai Tatalaksana Pemeriksaan Krioterapi sebagai salah satu metode penanganan lesi prakanker serviks yang ditemukan melalui skrining. Peserta memperoleh pemahaman mengenai indikasi tindakan, prosedur pelaksanaan, serta tindak lanjut pasca krioterapi.
“Krioterapi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah perkembangan lesi prakanker menjadi kanker serviks. Oleh karena itu, tindak lanjut hasil skrining perlu dilakukan secara tepat dan sesuai prosedur,” tuturnya.
Pada sesi selanjutnya, Henny Setiawati, SKM., M.M. menyampaikan materi mengenai Teknik Pengambilan Sampel HPV DNA. Materi tersebut menekankan pentingnya prosedur pengambilan sampel yang tepat guna menjamin kualitas spesimen dan validitas hasil pemeriksaan laboratorium.
Sebagai materi penutup, Noorhikmah Damayanti, SKM memaparkan materi mengenai Pengepakan Sampel dan Penginputan NAR. Dalam sesi ini peserta mendapatkan pemahaman mengenai tata cara pengemasan spesimen sesuai standar, mekanisme pengiriman sampel, serta prosedur penginputan data pada sistem New All Record (NAR) sebagai bagian dari penguatan pelaporan dan pemantauan program.
Melalui kegiatan ini diharapkan pengelola program kanker di puskesmas serta lintas sektor terkait dapat meningkatkan koordinasi, kapasitas, dan komitmen dalam mendukung pelaksanaan deteksi dini kanker serviks dan kanker kolorektal di Kabupaten Banjar. Dengan meningkatnya cakupan skrining dan kualitas pelaksanaan program, diharapkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker dapat ditekan serta kualitas hidup masyarakat semakin meningkat.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta yang terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab sepanjang kegiatan.





Tinggalkan Balasan