Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dan Kesehatan Jiwa bersama UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1 menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Upaya Skrining Kesehatan Jiwa, Kamis (4/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini masalah kesehatan jiwa di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari pembangunan kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian bersama.
“Peran kader kesehatan sangat strategis dalam mendukung upaya deteksi dini gangguan kesehatan jiwa di masyarakat. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, kader dapat membantu menemukan kasus lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1, Mustika Murni, S.Si.T., M.Kes, yang menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas kader menjadi langkah penting untuk memperluas jangkauan edukasi serta skrining kesehatan jiwa di wilayah kerja puskesmas.
Menurutnya, kader kesehatan memiliki peran sebagai penghubung antara masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai kesehatan jiwa akan membantu kader memberikan edukasi sekaligus mendeteksi tanda-tanda awal gangguan mental di lingkungan sekitarnya.
Materi kegiatan disampaikan oleh dr. Yanuar Satrio Sarosa, Sp.KJ, yang memberikan pembekalan mengenai konsep dasar kesehatan jiwa, faktor risiko gangguan mental, serta teknik skrining yang dapat diterapkan oleh kader kesehatan di masyarakat.
Dalam paparannya, dr. Yanuar menjelaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Karena itu, upaya promotif dan preventif melalui deteksi dini perlu terus diperkuat untuk mencegah berkembangnya masalah kesehatan jiwa yang lebih berat.
Selain mendapatkan materi teori, para peserta juga dibekali keterampilan praktis dalam melakukan identifikasi dini terhadap individu yang berisiko mengalami gangguan kesehatan jiwa. Kader diberikan pelatihan mengenai teknik komunikasi efektif saat melakukan wawancara skrining, penggunaan instrumen skrining kesehatan jiwa, serta mekanisme rujukan apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut turut diisi dengan sesi diskusi dan praktik lapangan guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan kader dalam menerapkan skrining kesehatan jiwa di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bersama UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1 berharap kader kesehatan dapat semakin berperan aktif dalam mendukung upaya deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan jiwa di masyarakat. Dengan keterlibatan kader yang lebih optimal, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan jiwa diharapkan semakin mudah, sehingga terwujud masyarakat yang sehat secara fisik maupun mental.





Tinggalkan Balasan