Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bersama UPTD Puskesmas Gambut melaksanakan kegiatan Rapid Convenience Assessment (RCA) Pertusis dan imunisasi kejar di Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah evaluasi sekaligus penguatan upaya pencegahan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).
Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan, ketua RT, tokoh masyarakat, serta dukungan lintas sektor yang bersama-sama berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Hj. Mariana, mengatakan Rapid Convenience Assessment (RCA) Pertusis dilakukan untuk mengetahui berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya kasus serta menentukan langkah pencegahan yang lebih efektif di masyarakat.
“Melalui RCA ini, kami dapat mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya kasus pertusis sehingga upaya pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan secara lebih optimal. Imunisasi kejar juga menjadi langkah penting agar anak-anak memperoleh perlindungan lengkap,” ujarnya.

Kepala UPTD Puskesmas Gambut, Sugeng Riyanto, mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh lintas sektor, ketua RT, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan RCA Pertusis dan imunisasi kejar ini. Kolaborasi yang baik sangat membantu dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan lintas sektor dinilai memiliki peran penting dalam keberhasilan program kesehatan, terutama dalam meningkatkan cakupan imunisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyakit pertusis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi lengkap, memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular, serta mencegah terjadinya kasus pertusis di wilayah Kabupaten Banjar.
Melalui sinergi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih sehat serta generasi anak yang terlindungi dari penyakit berbahaya.





Tinggalkan Balasan