Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar Sosialisasi Workshop Update Tatalaksana TPT (Terapi Pencegahan Tuberkulosis) TB bagi kader kesehatan UPTD Puskesmas Martapura 2 di Aula UPTD Puskesmas Martapura 2, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan kader kesehatan dalam mendukung program pencegahan penularan Tuberkulosis (TB) di masyarakat.

Workshop dihadiri Pelaksana Tugas Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Hj. Mariana, SKM, Kepala Subbagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Martapura 2 Humardani, serta dr. Arniwati Munthe sebagai narasumber.

Pelaksana Tugas Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Hj. Mariana mengatakan kader kesehatan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program pengendalian TB, khususnya melalui pelacakan kontak dan pendampingan terapi pencegahan.

“Melalui kegiatan ini, kader diharapkan semakin memahami upaya pencegahan Tuberkulosis sehingga dapat mendukung pengendalian TB di masyarakat secara optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Humardani menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Martapura 2.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tatalaksana pengobatan TPT, sasaran penerima terapi, pemantauan kepatuhan minum obat, serta mekanisme skrining kontak erat pasien TB aktif.

Salah satu kader kesehatan menyampaikan tantangan di lapangan masih ditemukan, terutama dalam memberikan pemahaman kepada kontak erat pasien TB yang merasa sehat agar tetap bersedia menjalani terapi pencegahan.

Melalui kegiatan ini, peserta juga menyepakati beberapa tindak lanjut, di antaranya peningkatan pelacakan kontak erat atau serumah pasien TB aktif, pendampingan minum obat, serta penguatan peran kader dalam melakukan skrining kontak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Tuberkulosis sehingga angka penularan TB di masyarakat dapat ditekan.