
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Koordinasi, Advokasi dan Sosialisasi dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas, Kamis (30/4/2026), di Bukit Bintang Park and Resort. Kegiatan tersebut menitikberatkan pentingnya skrining serta deteksi dini sebagai langkah menekan angka kesakitan masyarakat.
Pertemuan dihadiri dokter umum puskesmas, pengelola program indera, serta pengelola program asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Banjar.

Tiga narasumber hadir memberikan materi sesuai bidang keahlian masing-masing. dr. Hendra Agus Setiawan, Sp.P, M.Kes membahas pencegahan dan pengendalian PPOK. dr. Riswan Arisandi, M.Sc., Sp.PD-KHOM, FINASIM menyampaikan pentingnya skrining sejumlah penyakit, seperti kanker paru, kanker kolorektal, fibrosis, thalasemia, dan Systemic Lupus Erythematosus (SLE). Sementara dr. Hj. Sri Sofhia Wahyuni, Sp.THT-BKL memaparkan skrining indera pendengaran.
Dalam paparannya, dr. Riswan menegaskan bahwa skrining memiliki peran penting dalam penanganan penyakit tidak menular.
“Skrining merupakan langkah penting untuk menemukan kasus lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif dan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber. Forum tersebut menjadi sarana menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat strategi implementasi program di puskesmas.

Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan diharapkan semakin optimal dalam melaksanakan skrining serta pengendalian PTM prioritas, sehingga mampu menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Banjar.








Tinggalkan Balasan