Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar kegiatan pembinaan dan pemetaan sarana, prasarana, serta alat kesehatan (SPAK) bagi UPTD di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Selasa (5/5/2026), di Hotel TreePark Banjarmasin.
Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T, M.KM, serta dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan H. GT. M. Kholdani, SKM, MM, dan Kepala Sub Bagian Perencanaan Novieyanti, SKM, MM.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan menekankan pentingnya penguatan data melalui aplikasi ASPAK sebagai dasar perencanaan pembangunan kesehatan.
“Melalui kegiatan ini kita ingin meningkatkan kapasitas sekaligus menyamakan persepsi dalam pengelolaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan. Perencanaan ke depan harus benar-benar berbasis data yang riil,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa berbagai upaya pengadaan dan perbaikan sarana kesehatan perlu didukung dengan pengelolaan data yang optimal agar dapat tergambar secara administratif.
“Jangan sampai kita sudah bekerja maksimal, namun karena data tidak terinput dengan baik, kinerja kita tidak terlihat. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi sangat penting,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, H. GT. M. Kholdani, SKM, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bertujuan menghasilkan data yang lebih terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Melalui pembinaan ini, kita ingin memastikan data sarana, prasarana, dan alat kesehatan benar-benar riil dan terperinci, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan yang tepat,” ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengelola ASPAK UPTD Puskesmas serta tim ASPAK Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembinaan serta penyegaran metode pengelolaan sarana, prasarana, dan alat kesehatan, sekaligus melakukan pemetaan kondisi fasilitas kesehatan secara menyeluruh.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan juga mendorong peserta untuk aktif memanfaatkan kehadiran narasumber dari Kementerian Kesehatan yang akan memberikan materi secara daring.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan kendala di lapangan. Kita ingin data yang dihasilkan benar-benar detail dan sesuai kondisi riil,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini diharapkan tersedianya data yang akurat dan terperinci sebagai dasar penyusunan kebijakan, mulai dari perencanaan, pengadaan, pendistribusian hingga pemeliharaan alat kesehatan.
Dengan penguatan data yang berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar optimistis perencanaan pembangunan kesehatan akan semakin terarah dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.





Tinggalkan Balasan