Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Tuberkulosis (TB) Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjar, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM, dan dihadiri oleh perwakilan lintas sektor, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan terkait dalam upaya penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya, Dr. H. Noripansyah menyampaikan bahwa tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan penanganan serius. Menurutnya, TB tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, lingkungan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Upaya penanggulangan TB tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah daerah, kecamatan, desa, tokoh masyarakat, kader kesehatan, hingga masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis tahun 2030 yang telah dicanangkan pemerintah.

Salah satu langkah strategis yang dibahas dalam rapat adalah pembentukan Kampung Peduli TB, sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pencegahan, penemuan kasus, pendampingan pengobatan, serta pengurangan stigma terhadap penderita tuberkulosis.

“Kampung Peduli TB diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, berani melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala TB, serta memberikan dukungan kepada pasien agar dapat menyelesaikan pengobatan sampai tuntas,” kata Dr. H. Noripansyah.

Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengajak seluruh peserta untuk memperkuat komitmen dan peran masing-masing dalam mendukung pembentukan dan pengembangan Kampung Peduli TB di wilayahnya. Dukungan kebijakan, sumber daya, serta partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program penanggulangan tuberkulosis.

Diharapkan hasil pertemuan ini dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menghasilkan langkah-langkah konkret dalam mendukung percepatan penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian tuberkulosis di Kabupaten Banjar.