Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyelenggarakan Pertemuan Kegiatan Koordinasi Tim Gerak Cepat (TGC) dalam rangka Monitoring dan Validasi Data Program Imunisasi Tahun 2026, yang dilaksanakan pada Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas program, meningkatkan kapasitas Tim Gerak Cepat (TGC), serta memastikan kualitas dan validitas data program imunisasi sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan, pelaksanaan program, hingga pengambilan keputusan yang tepat dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.
Pertemuan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.SiT., M.KM , Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Hj. Mariana, SKM, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi H. Deni Apriani, S.Kep., Ns., narasumber, fasilitator, serta Tim Gerak Cepat dari seluruh puskesmas di Kabupaten Banjar.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Hj. Mariana, SKM, menegaskan bahwa koordinasi yang baik merupakan kunci utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB), khususnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
“Tim Gerak Cepat merupakan ujung tombak dalam deteksi dini dan respons terhadap potensi Kejadian Luar Biasa. Melalui kegiatan koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh anggota TGC memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pelaporan, kajian epidemiologi, serta validasi data imunisasi sehingga setiap kejadian dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Hj. Mariana.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.SiT., M.KM, menyampaikan bahwa kualitas data merupakan fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan kesehatan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan sinergi antarpetugas harus terus dilakukan.
“Data yang valid akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Karena itu saya mengajak seluruh Tim Gerak Cepat untuk terus meningkatkan ketelitian dalam pencatatan, pelaporan, dan validasi data, sekaligus memperkuat koordinasi lintas program agar setiap potensi Kejadian Luar Biasa maupun kasus PD3I dapat direspons secara cepat dan profesional,” kata Dr. Noripansyah.
Beliau juga menambahkan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya diukur dari capaian cakupan, tetapi juga dari kemampuan seluruh jajaran kesehatan dalam menjaga kualitas data dan melakukan respons cepat terhadap setiap permasalahan yang muncul di lapangan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi mengenai peran Tim Gerak Cepat dalam penanggulangan dan kesiapsiagaan Kejadian Luar Biasa serta penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), tata cara pengisian kajian epidemiologi, monitoring dan validasi data program imunisasi, serta diskusi mengenai capaian program, tantangan di lapangan, dan langkah tindak lanjut dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas Tim Gerak Cepat.
Forum diskusi juga dimanfaatkan sebagai wadah berbagi pengalaman antarpetugas dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan, mulai dari pelaksanaan surveilans epidemiologi, investigasi kasus, hingga strategi meningkatkan ketepatan dan kelengkapan pelaporan data imunisasi.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kapasitas Tim Gerak Cepat semakin meningkat sehingga mampu melaksanakan deteksi dini, investigasi epidemiologi, pelaporan, dan respons cepat terhadap potensi Kejadian Luar Biasa secara efektif. Selain itu, validasi data program imunisasi yang semakin berkualitas diharapkan dapat mendukung terciptanya sistem surveilans yang akurat, pengambilan keputusan yang berbasis data, serta peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini, meningkatkan mutu program imunisasi, serta mewujudkan pelayanan kesehatan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada perlindungan kesehatan masyarakat.





Tinggalkan Balasan