Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan kegiatan Refreshing Surveilans Berbasis Laboratorium sebagai upaya meningkatkan kapasitas petugas surveilans dan tenaga laboratorium dalam mendukung deteksi dini, diagnosis, serta penanggulangan penyakit menular di Kabupaten Banjar (21/07/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh petugas surveilans dan analis laboratorium dari puskesmas se-Kabupaten Banjar. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh penyegaran materi, penguatan kompetensi, serta penyamaan persepsi mengenai tata laksana surveilans berbasis laboratorium, mulai dari pengambilan spesimen, pengemasan dan pengiriman, hingga pemeriksaan laboratorium sesuai standar yang berlaku.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.SiT., M.KM, dalam arahannya menyampaikan bahwa perkembangan penyakit yang semakin kompleks menuntut seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat koordinasi lintas profesi.

“Perkembangan penyakit yang semakin dinamis menuntut kita untuk terus meningkatkan kompetensi dan memperkuat koordinasi sesuai dengan standar yang berlaku. Melalui kegiatan refreshing ini, saya berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan, menyamakan persepsi, serta mengasah keterampilan, khususnya dalam pengambilan dan pengiriman spesimen agar kualitas spesimen semakin baik dan hasil pemeriksaan laboratorium menjadi lebih akurat,” ujar Dr. Noripansyah.

Ia menegaskan bahwa kualitas hasil pemeriksaan laboratorium sangat dipengaruhi oleh kualitas spesimen yang dikirim. Oleh karena itu, setiap tahapan mulai dari pengambilan, penyimpanan, hingga pengiriman spesimen harus dilaksanakan sesuai prosedur agar mampu menghasilkan diagnosis yang akurat sebagai dasar penanganan kasus penyakit.

Selain itu, Dr. Noripansyah menekankan pentingnya sinergi antara petugas surveilans dan tenaga laboratorium dalam mendukung sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular.

“Komunikasi antara petugas surveilans dan laboratorium harus terus diperkuat. Pengambilan spesimen, proses pengiriman, hingga pemeriksaan laboratorium merupakan satu rangkaian yang saling berkaitan. Apabila setiap tahapan berjalan dengan baik dan terkoordinasi, maka kualitas diagnosis dan respons terhadap penyakit akan semakin optimal,” jelasnya.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antarpetugas akan mempercepat proses identifikasi kasus sekaligus meningkatkan kualitas data surveilans yang menjadi dasar pengambilan kebijakan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas surveilans dan analis laboratorium yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menemukan kasus penyakit dan mendukung upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas surveilans dan analis laboratorium atas dedikasi serta kerja kerasnya dalam menjaga kesehatan masyarakat. Semoga kegiatan ini semakin memperkuat komitmen kita untuk memberikan respons yang cepat, tepat, dan profesional terhadap setiap penyakit yang berpotensi menjadi masalah kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi bersama narasumber dan fasilitator mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, sekaligus berbagi pengalaman dalam pelaksanaan surveilans berbasis laboratorium. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi yang aplikatif untuk meningkatkan mutu pelayanan surveilans dan pemeriksaan laboratorium di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Melalui kegiatan Refreshing Surveilans Berbasis Laboratorium ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap kompetensi sumber daya manusia di bidang surveilans dan laboratorium terus meningkat, sehingga sistem deteksi dini, konfirmasi diagnosis, dan respons terhadap penyakit menular dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan terintegrasi. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini dan mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.