Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menyelenggarakan Pertemuan Penguatan Lintas Sektor dalam Upaya Peningkatan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) Prioritas sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Tim Penggerak PKK dalam mendukung deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM) (23/07/2026).
KegiatanĀ ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Ketua Tim Penggerak PKK Desa, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan, serta pengelola program PTM dari 25 puskesmas se-Kabupaten Banjar.
Pertemuan diawali dengan pembukaan, sambutan, pemaparan materi, dan diskusi interaktif yang menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan cakupan skrining PTM prioritas. Melalui forum ini, seluruh peserta diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat koordinasi, menyatukan langkah, serta mengoptimalkan peran masing-masing dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.SiT., M.KM, dalam arahannya menyampaikan bahwa Penyakit Tidak Menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan stroke masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.
“Penyakit Tidak Menular masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Oleh karena itu, diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, hingga puskesmas untuk bersama-sama menggerakkan masyarakat agar memanfaatkan layanan skrining kesehatan secara rutin,” ujarnya.
Dr. Noripansyah juga menyoroti pentingnya optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis sebagai salah satu program prioritas nasional yang masih perlu ditingkatkan pemanfaatannya oleh masyarakat.
“Program Cek Kesehatan Gratis merupakan kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini. Kabupaten Banjar telah mencatat sekitar 120 ribu masyarakat mengikuti pemeriksaan, namun jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 600 ribu jiwa, cakupannya masih perlu terus kita tingkatkan. Di sinilah peran lintas sektor sangat dibutuhkan untuk mengajak masyarakat memanfaatkan layanan tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta untuk menyatukan visi dalam mendukung upaya promotif dan preventif melalui penguatan deteksi dini PTM di tingkat masyarakat.
“Puskesmas tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan program kesehatan sangat bergantung pada dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Tim Penggerak PKK, kader kesehatan, dan seluruh unsur masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat memperluas jangkauan skrining serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tambahnya.
Diskusi yang berlangsung selama kegiatan menjadi wadah bertukar pengalaman dan merumuskan strategi bersama dalam meningkatkan capaian skrining PTM di masing-masing wilayah kerja. Berbagai masukan dari peserta diharapkan dapat menjadi dasar penguatan implementasi program di tingkat kecamatan dan desa.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap terbangun komitmen bersama seluruh lintas sektor untuk memperkuat pelaksanaan deteksi dini Penyakit Tidak Menular, memperluas akses masyarakat terhadap layanan skrining kesehatan, serta mendukung tercapainya target pembangunan kesehatan di Kabupaten Banjar.
Penguatan kolaborasi lintas sektor ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan yang promotif dan preventif, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat dari deteksi dini penyakit dan mencegah terjadinya komplikasi yang berdampak pada kualitas hidup.





Tinggalkan Balasan