Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pelayanan Kesehatan menyelenggarakan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Triwulan II Tahun 2026 sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), khususnya puskesmas di Kabupaten Banjar, (24/07/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BPJS Kesehatan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, kepala puskesmas atau perwakilan dari 25 puskesmas se-Kabupaten Banjar, serta pengelola program terkait.

Pertemuan dilaksanakan sebagai forum evaluasi terhadap capaian indikator Kapitasi Berbasis Kinerja pada Triwulan II sekaligus menyusun strategi peningkatan kinerja dalam menghadapi penilaian Triwulan III dan Triwulan IV Tahun 2026.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.SiT., M.KM, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas.

“Melalui pertemuan ini kita dapat bersama-sama mengevaluasi capaian kinerja Triwulan II, mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, serta menyusun langkah-langkah perbaikan agar target indikator Kapitasi Berbasis Kinerja pada triwulan berikutnya dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Dr. Noripansyah menegaskan bahwa memasuki Triwulan III, seluruh puskesmas perlu segera menindaklanjuti hasil evaluasi sehingga setiap indikator yang menjadi penilaian dapat dipenuhi sesuai ketentuan.

“Saat ini kita telah memasuki Triwulan III. Oleh karena itu, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan indikator kinerja harus mulai dipersiapkan dan dilaksanakan sejak dini. Evaluasi hari ini menjadi bahan perbaikan agar capaian pada Triwulan III maupun Triwulan IV dapat semakin meningkat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai salah satu sumber pendanaan utama operasional puskesmas.

“Sebagian besar puskesmas mengandalkan dana kapitasi JKN untuk mendukung pelayanan kesehatan. Karena itu, pencapaian indikator Kapitasi Berbasis Kinerja harus menjadi perhatian bersama agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal dan berkesinambungan,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta bersama BPJS Kesehatan melakukan pembahasan terhadap hasil capaian indikator KBK Triwulan II, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi masing-masing puskesmas, serta mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pencapaian indikator pada triwulan selanjutnya.

Forum diskusi juga dimanfaatkan sebagai sarana berbagi pengalaman antar puskesmas dalam mengelola program JKN, meningkatkan mutu pelayanan, serta memperkuat koordinasi antara Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap seluruh puskesmas mampu meningkatkan capaian indikator Kapitasi Berbasis Kinerja secara berkelanjutan, sehingga kualitas pelayanan kesehatan primer semakin optimal dan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dalam memperkuat tata kelola pelayanan kesehatan primer melalui evaluasi berkala, pembinaan berkelanjutan, dan sinergi bersama BPJS Kesehatan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.