Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengajak masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan kondisi bibir sumbing maupun celah langit-langit untuk memanfaatkan layanan operasi gratis yang tersedia melalui kerja sama dengan RS Pelita Insani Martapura.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. Noripansyah, mengatakan Dinas Kesehatan berperan dalam melakukan pendataan calon pasien sekaligus membantu masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan tersebut.
“Pasien yang menjalani operasi merupakan hasil pendataan dari Dinas Kesehatan. Kami juga terus membantu mencari pasien hingga ke wilayah-wilayah yang jauh agar mereka bisa mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Menurut Noripansyah, layanan operasi bibir sumbing tersebut merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Selain operasi bibir sumbing, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga mendukung pelaksanaan operasi katarak gratis. Saat ini terdapat sekitar 17 calon pasien katarak dari Kabupaten Banjar yang dipersiapkan untuk mendapatkan tindakan operasi.
Kabag Pemasaran dan SDM RS Pelita Insani Martapura, Hj. Ananda Alhumaira, mengatakan layanan operasi bibir sumbing diberikan secara gratis bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan medis.
Pendaftaran juga tetap dibuka sehingga masyarakat tidak perlu menunggu adanya kegiatan seremonial untuk mendapatkan pelayanan.
“Kami mengajak masyarakat yang memiliki keluarga, tetangga, atau kerabat dengan kondisi bibir sumbing untuk segera mendaftarkan diri melalui RS Pelita Insani atau Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Begitu pasien siap dan lolos pemeriksaan, operasi akan langsung kami laksanakan tanpa dipungut biaya,” katanya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap informasi mengenai layanan tersebut dapat semakin luas diketahui masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak dengan bibir sumbing atau celah langit-langit.
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan fasilitas pelayanan kesehatan, diharapkan semakin banyak pasien mendapatkan penanganan secara tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup serta tumbuh dan berinteraksi secara optimal di tengah masyarakat.





Tinggalkan Balasan