Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang diikuti pengelola program HIV/AIDS dan PIMS, puskesmas, serta lintas program terkait tersebut bertujuan mengevaluasi capaian program sekaligus mengidentifikasi berbagai hambatan pelaksanaan layanan di lapangan.

Pelaksana Tugas Kepala (plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, mengatakan monitoring dan evaluasi tidak hanya menjadi kegiatan administratif, tetapi juga bagian penting untuk memastikan program berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administrasi, tetapi bagaimana memastikan seluruh layanan program yang telah dilaksanakan sesuai target, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Ia menambahkan, validasi data menjadi bagian penting dalam mendukung penyusunan kebijakan, perencanaan program, hingga penentuan strategi intervensi ke depan.

“Yang perlu kita garis bawahi adalah bagaimana menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan tepat waktu sehingga dapat menjadi dasar dalam evaluasi capaian program dan pengambilan kebijakan,” katanya.

Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi juga diharapkan mampu menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya UPTD Puskesmas.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar juga menekankan pentingnya koordinasi lintas program dan lintas sektor dalam upaya pengendalian HIV/AIDS dan PIMS di daerah.

“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat menjadi forum diskusi, koordinasi, dan pembelajaran bersama untuk meningkatkan kualitas layanan HIV dan PIMS di Kabupaten Banjar dengan data yang valid dan program yang terpantau dengan baik,” tambahnya.