Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengikuti Rapat Koordinasi Pelaksanaan Pendampingan Poltekkes Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026 di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Banjar, Kamis (7/5/2026).
Rapat koordinasi yang digelar Poltekkes Kemenkes Banjarmasin tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam pelaksanaan pendampingan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Banjar.

Kegiatan dihadiri unsur pemerintah daerah, lintas sektor, camat, kepala desa, perwakilan puskesmas, kader posyandu, serta jajaran Poltekkes Kemenkes Banjarmasin.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas (ptl) Kesehatan Kabupaten Banjar, Noripansyah, mengatakan pendampingan melalui Program INEY Fase II menjadi bagian penting dalam memperkuat intervensi spesifik stunting di daerah.
“Melalui rapat koordinasi ini kami berharap pelaksanaan pendampingan di lapangan dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam penguatan pengukuran balita, pendampingan kader, dan intervensi spesifik stunting,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bersama puskesmas dan lintas sektor terus melakukan validasi pengukuran balita guna memastikan data stunting yang tercatat sesuai kondisi di lapangan.
Menurutnya, pendampingan dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin turut membantu peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat.
Selain membahas pelaksanaan pendampingan, rapat koordinasi juga menjadi sarana evaluasi berbagai kendala di lapangan, termasuk tantangan pengukuran balita dan penguatan Posyandu Siklus Hidup.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap pelaksanaan Program INEY Fase II Tahun 2026 dapat mendukung percepatan penurunan stunting secara lebih efektif dan berkelanjutan.





Tinggalkan Balasan