Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) menggelar Pertemuan Rencana Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Tahun 2026 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Selasa (9/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BKPSDM Kabupaten Banjar dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar serta diikuti oleh pengelola SDMK dan perwakilan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perencanaan SDM kesehatan merupakan langkah strategis dalam memastikan ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, perencanaan SDM kesehatan yang berbasis data menjadi salah satu kunci dalam mendukung pemerataan tenaga kesehatan, peningkatan kualitas layanan, serta penyusunan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Selain itu, pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan dan pelatihan juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

“Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan hal yang perlu didukung. Oleh karena itu, perencanaan kebutuhan SDM kesehatan harus disusun secara matang dan berbasis data agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal,” ujarnya.

Dr. Noripansyah berharap melalui kegiatan tersebut seluruh peserta dapat bersama-sama menyusun data kebutuhan dan rencana pemenuhan SDM kesehatan secara lebih akurat, terukur, dan komprehensif sebagai dasar pengambilan kebijakan serta penguatan pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjar.

Perencanaan SDMK merupakan proses strategis dalam menentukan kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan secara tepat, terukur, dan berbasis data. Melalui transformasi perencanaan SDMK, pemerintah berupaya memastikan setiap wilayah memiliki jumlah dan jenis tenaga kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan sehingga layanan kesehatan dapat diakses secara merata oleh masyarakat.

Pada kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan berdasarkan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan melalui pendekatan Standar Ketenagaan Minimal (SKM) dan Analisis Beban Kerja (ABK). Kedua metode tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan riil tenaga kesehatan sesuai beban kerja dan jenis layanan yang diberikan.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan terkait proses penginputan Analisis Beban Kerja melalui Aplikasi Rencana Kebutuhan (Renbut) Kementerian Kesehatan yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK). Integrasi sistem ini memungkinkan tersedianya data tenaga kesehatan secara real-time dan berbasis nama (named data), sehingga mendukung penyusunan perencanaan yang lebih akurat dan terukur.

Melalui transformasi perencanaan SDMK, diharapkan dapat memberikan dampak strategis bagi pembangunan kesehatan, antara lain distribusi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang lebih merata, perencanaan berbasis data yang semakin akurat, kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Ke depan, perencanaan SDMK akan terus diperkuat melalui integrasi data real-time untuk mendukung perencanaan berbasis kebutuhan nyata, sinkronisasi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, serta penguatan peran pemerintah daerah dalam proses validasi dan implementasi perencanaan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola sumber daya manusia kesehatan guna mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Banjar.