Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., mengikuti rapat koordinasi antarkepala dinas kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (7/9/2026). Pertemuan tersebut membahas evaluasi capaian program kesehatan, pembiayaan jaminan kesehatan, serta upaya percepatan eliminasi penyakit menular.
Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam rakor tersebut, mulai dari kinerja penginputan dan pelaporan data, penyesuaian alokasi anggaran jaminan kesehatan, hingga penguatan program eliminasi malaria dan filariasis.
Pada aspek pelaporan, sejumlah daerah menunjukkan upaya optimal dalam menyelesaikan dan memasukkan data kegiatan, termasuk data pemeriksaan laboratorium. Evaluasi tetap diperlukan untuk mengidentifikasi kendala dan mendorong peningkatan capaian program di seluruh kabupaten/kota.
Pembahasan juga mencakup perencanaan pembiayaan jaminan kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan dan ketersediaan anggaran. Perencanaan yang cermat diharapkan dapat mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
dr. H. Diauddin, M.Kes., dalam draf pernyataan untuk publikasi ini, menekankan pentingnya koordinasi antardaerah dalam mengoptimalkan pelaksanaan program kesehatan.
“Koordinasi antardaerah sangat penting untuk memastikan pelaksanaan program kesehatan berjalan optimal. Berbagai kendala yang dihadapi perlu dibahas bersama agar dapat ditemukan solusi yang tepat, baik dalam peningkatan capaian program, penguatan pelaporan, maupun perencanaan pembiayaan kesehatan. Dengan sinergi yang baik, pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan diharapkan semakin berkualitas dan merata,” demikian draf kutipan tersebut.
Selain itu, percepatan eliminasi malaria dengan target 2028 menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan. Upaya ini membutuhkan intervensi berkelanjutan, penguatan surveilans, serta kerja sama lintas sektor untuk menekan penularan dan mencegah munculnya kasus penularan setempat (indigenous).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., dalam draf pernyataan yang disiapkan untuk berita ini, menegaskan pentingnya menindaklanjuti hasil koordinasi melalui peningkatan kinerja program di daerah.
“Rakor ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota lainnya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja program, memperbaiki kualitas data dan pelaporan, serta memastikan perencanaan anggaran sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Selain itu, upaya percepatan eliminasi penyakit menular juga memerlukan dukungan dan kolaborasi berkelanjutan dari seluruh pihak,” demikian draf kutipan tersebut.
Pembahasan eliminasi filariasis turut menyoroti pentingnya penguatan upaya pengendalian dan pemenuhan persyaratan program di setiap daerah agar target eliminasi dapat tercapai sesuai ketentuan.
Melalui rakor ini, koordinasi antardinas kesehatan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan diharapkan semakin kuat. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mengatasi tantangan pelaksanaan program, meningkatkan ketepatan perencanaan, dan mendorong pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.





Tinggalkan Balasan