Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) melaksanakan kegiatan koordinasi tindak lanjut Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1 pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat langkah-langkah penanggulangan serta memastikan seluruh upaya pengendalian kasus campak dapat berjalan secara optimal.

Dalam pertemuan tersebut, Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Hj. Mariana, SKM, menyampaikan perkembangan situasi KLB Campak sekaligus langkah-langkah strategis yang perlu terus dilakukan dalam penanganan kasus. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan surveilans aktif, investigasi kasus secara cepat, pelacakan kontak (contact tracing), serta peningkatan cakupan imunisasi guna mencegah penularan yang lebih luas.

“Surveilans yang aktif, pelaporan yang cepat, investigasi kasus yang tepat, serta peningkatan cakupan imunisasi merupakan kunci utama dalam memutus rantai penularan campak. Untuk itu diperlukan koordinasi dan komitmen bersama dari seluruh pihak agar penanganan KLB dapat berjalan secara efektif,” ujar Hj. Mariana.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan KLB Campak tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta lintas sektor lainnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1, Mustika Murni, S.SiT., M.Kes, menyampaikan komitmen penuh jajarannya dalam melaksanakan seluruh tindak lanjut penanganan KLB Campak sesuai arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya penemuan kasus, pelacakan kontak, edukasi kepada masyarakat, serta pelaksanaan imunisasi guna memutus rantai penularan campak. Kami juga berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh lintas sektor agar penanganan KLB ini dapat berjalan lebih efektif,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut hasil koordinasi, UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1 akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat sinergi dalam penanggulangan KLB Campak.

Setelah pelaksanaan rapat koordinasi tersebut, akan dilakukan Rapid Convenience Assessment (RCA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya kasus campak sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Selain itu, juga akan dilaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) sebagai upaya meningkatkan kekebalan kelompok (herd immunity) dan memutus rantai penularan pada kelompok masyarakat yang berisiko.

Melalui koordinasi dan kolaborasi yang kuat antara Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1, serta seluruh lintas sektor terkait, diharapkan penanganan KLB Campak dapat berlangsung secara optimal sehingga penyebaran kasus dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar terus berkomitmen memperkuat sistem surveilans, meningkatkan cakupan imunisasi, serta mengoptimalkan koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.