MARTAPURA — Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK) dan Rencana Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) di Hotel TreePark Banjar, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan agar sesuai dengan beban kerja dan kebutuhan pelayanan pada masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Kegiatan yang diikuti 39 peserta tersebut dilaksanakan selama dua hari. Peserta mendapatkan pembekalan terkait tata kelola jabatan fungsional, penyusunan formasi UPTD, serta penyelarasan pengembangan karier dan peningkatan kinerja.

Penyusunan Analisis Beban Kerja menjadi salah satu instrumen penting dalam perencanaan kebutuhan SDMK. Melalui analisis tersebut, kebutuhan tenaga dapat dipetakan berdasarkan beban kerja dan kondisi pelayanan pada masing-masing unit kerja.

Ketersediaan tenaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga komposisi dan distribusinya. Penempatan dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, serta tenaga kesehatan lainnya perlu mempertimbangkan kebutuhan pelayanan di setiap UPTD.

Dalam pemetaan kebutuhan tenaga, masih ditemukan adanya ketimpangan distribusi antarpuskesmas. Kondisi tersebut menjadi perhatian agar perencanaan kebutuhan SDMK dapat dilakukan secara lebih terukur dan sesuai kondisi masing-masing unit pelayanan.

Pendekatan berbasis data (evidence-based) menjadi penting dalam penyusunan usulan formasi kepegawaian. Usulan kebutuhan tenaga diharapkan tidak lagi semata-mata berdasarkan asumsi atau pola penempatan sebelumnya, tetapi didukung dokumen ABK yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola jabatan fungsional, penyusunan formasi UPTD, serta penyelarasan pengembangan karier dengan peningkatan kinerja. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai keterkaitan kebutuhan tenaga dengan jabatan, kompetensi, pengembangan karier, dan kinerja organisasi.

Sementara pada hari kedua, peserta akan mendapatkan materi teknis mengenai penghitungan ABK yang diarahkan langsung oleh bidang yang membidangi organisasi. Pembahasan tersebut diharapkan membantu peserta memahami tahapan penghitungan serta penyusunan kebutuhan tenaga berdasarkan beban kerja masing-masing unit.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mendorong tersusunnya perencanaan kebutuhan SDMK yang berbasis data, terukur, dan sesuai kondisi riil di lapangan. Hasil analisis diharapkan dapat menjadi bahan dalam penataan dan pemerataan tenaga kesehatan pada UPTD.

Perencanaan SDMK yang tepat juga diharapkan mendukung penguatan tata kelola sumber daya kesehatan serta memastikan ketersediaan tenaga sesuai kebutuhan pelayanan. Dengan demikian, setiap UPTD dapat memiliki komposisi tenaga yang lebih proporsional dalam menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Banjar.