Dalam rangka menindaklanjuti Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Seksi Surveilans dan Imunisasi, melaksanakan Rapid Community Assessment (RCA) pada Selasa (9/6/2026) di Desa Sungai Tabuk, Desa Gudang Hirang, dan Desa Sungai Tabuk Keramat.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya KLB Campak, mengevaluasi pelaksanaan program imunisasi, serta menghimpun informasi yang diperlukan sebagai dasar penyusunan strategi penanggulangan yang tepat, cepat, dan efektif.
RCA melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, H. Deni Apriani, S.Kep., Ns., Kepala UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1, unsur lintas sektor, Tim Manajemen dan Tim Gerak Cepat (TGC) puskesmas, petugas surveilans dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Banjar, serta kader posyandu.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan kunjungan lapangan dan wawancara dengan keluarga kasus, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya. Assessment dilakukan untuk menggali informasi mengenai status imunisasi, riwayat kontak penderita, tingkat pengetahuan masyarakat tentang campak, akses terhadap pelayanan kesehatan, serta faktor lingkungan dan sosial yang berpotensi memengaruhi penyebaran penyakit.
H. Deni Apriani menjelaskan bahwa Rapid Community Assessment merupakan bagian penting dari proses investigasi KLB karena memberikan gambaran kondisi di lapangan secara cepat dan menyeluruh.
“Rapid Community Assessment menjadi salah satu langkah penting dalam investigasi KLB Campak. Melalui kegiatan ini, kita dapat memperoleh data dan informasi yang komprehensif mengenai berbagai faktor yang memengaruhi penyebaran penyakit, sehingga rekomendasi dan tindak lanjut yang disusun dapat lebih tepat sasaran dalam memutus rantai penularan serta mencegah munculnya kasus baru,” ujarnya.
Selain pengumpulan data, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi dan diskusi bersama lintas sektor serta kader posyandu mengenai strategi peningkatan cakupan imunisasi, penguatan surveilans berbasis masyarakat, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Hasil Rapid Community Assessment selanjutnya akan dianalisis sebagai dasar penyusunan rencana tindak lanjut dalam pengendalian KLB Campak di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sungai Tabuk 1. Intervensi yang dirancang diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ditemukan di lapangan sehingga upaya pengendalian dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) melalui penguatan surveilans, peningkatan cakupan imunisasi, serta kolaborasi lintas sektor demi melindungi masyarakat dari risiko kejadian serupa di masa mendatang.





Tinggalkan Balasan