Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM, menghadiri kegiatan Evaluasi dan Penguatan Layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 1447 H/2026 M yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia bersama para pemangku kepentingan di Banjarbaru, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M sekaligus merumuskan langkah-langkah penguatan pelayanan pada musim haji mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalimantan, unsur kesehatan, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam arahannya, Menteri Haji dan Umrah RI menegaskan bahwa evaluasi diperlukan sebagai dasar penyempurnaan kualitas pelayanan kepada jemaah haji, khususnya dalam aspek kesehatan. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 70 persen jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Banjarmasin termasuk dalam kategori risiko tinggi, sehingga diperlukan penguatan upaya mitigasi kesehatan sejak sebelum keberangkatan.
Menteri Haji dan Umrah RI juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor antara kementerian, pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pemeriksaan kesehatan jemaah mampu menghasilkan pemetaan risiko yang akurat sebagai dasar intervensi kesehatan yang tepat.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi atas capaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Embarkasi Banjarmasin telah melayani 19 kelompok terbang dengan total 6.715 jemaah yang didukung oleh 76 petugas. Berbagai indikator pelayanan menunjukkan peningkatan, di antaranya berkurangnya angka kematian jemaah dibandingkan tahun sebelumnya serta minimnya kendala operasional selama proses keberangkatan dan pemulangan.
Selain evaluasi layanan kesehatan, kegiatan ini juga membahas peningkatan kompetensi petugas haji, penguatan standar pelayanan, pengelolaan pengaduan yang responsif, transparan, dan akuntabel, serta penguatan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji yang profesional dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM menyambut baik berbagai rekomendasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, aspek kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji, sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.
“Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan haji, khususnya dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan, pembinaan, serta pendampingan jemaah sejak sebelum keberangkatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berkomitmen mendukung upaya peningkatan kualitas layanan haji melalui penguatan deteksi dini faktor risiko kesehatan dan koordinasi lintas sektor,” ujarnya.
Melalui kegiatan evaluasi dan penguatan layanan ini, diharapkan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung semakin baik, aman, dan memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh jemaah haji, khususnya jemaah asal Kabupaten Banjar.





Tinggalkan Balasan