Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mematangkan persiapan pengamanan dan pelayanan kesehatan untuk menghadapi Kegiatan Rutin Malam Senin Momentum 5 Rajab 1448 Hijriah Tahun 2026 di Sekumpul, Martapura. Persiapan tersebut dibahas melalui Rapat Koordinasi Pengamanan Kesehatan yang digelar di Guest House Sultan Sulaiman, Martapura, Senin (5/10/2026).
Rapat koordinasi ini melibatkan unsur Dinas Kesehatan dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, rumah sakit pemerintah dan swasta, serta fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP). Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesiapan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kebutuhan jemaah yang diperkirakan terus meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., mengatakan persiapan dilakukan sejak dini meskipun tanggal pelaksanaan kegiatan belum ditetapkan. Langkah ini diperlukan agar kebutuhan operasional pelayanan kesehatan dapat direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik.
Menurutnya, pola persiapan pengamanan kesehatan pada dasarnya tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun, evaluasi dan penyesuaian tetap diperlukan untuk menghadapi potensi peningkatan jumlah jemaah serta memastikan kesiapan petugas dan sarana pendukung di lapangan.
Dalam rapat tersebut, sekitar 150 unsur dari instansi dan fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Selatan diundang untuk mendukung koordinasi persiapan. Sejumlah pihak juga menyatakan kesediaan untuk berpartisipasi sebagai relawan dalam memberikan pelayanan kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai daerah tuan rumah, Kabupaten Banjar turut mempersiapkan dukungan logistik kesehatan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan di lapangan. Persiapan mencakup obat-obatan, bahan medis habis pakai, serta berbagai perlengkapan penunjang yang dibutuhkan untuk memberikan pertolongan kepada jemaah.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan juga menjadi perhatian penting, terutama dalam menyelaraskan dukungan lintas wilayah dan lintas sektor, termasuk unsur terkait yang akan terlibat dalam pengamanan kesehatan.
Selain kesiapan logistik dan tenaga kesehatan, rapat membahas evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Setiap posko diimbau membawa hasil evaluasi sebagai bahan perbaikan bersama agar kendala yang pernah terjadi dapat diantisipasi dan tidak terulang kembali.
Pemutakhiran data personel dan pimpinan juga menjadi perhatian, mengingat adanya kemungkinan rotasi atau pergantian petugas di tingkat posko maupun lintas sektor. Pendataan yang akurat diperlukan untuk memastikan informasi, komunikasi, dan koordinasi antarpetugas berjalan selaras.
Dari sisi operasional, setiap posko diharapkan memaksimalkan kesiapan dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan masing-masing, antara lain tenda, tempat tidur lapangan (velbed), obat-obatan, tenaga kesehatan, serta kebutuhan konsumsi petugas selama menjalankan tugas. Kesiapan ini diperlukan untuk mendukung kelancaran pelayanan dengan mempertimbangkan keterbatasan dukungan logistik dari pusat.
Antisipasi kondisi kegawatdaruratan turut menjadi bagian dari pembahasan, termasuk kesiapan penanganan kasus darurat dan koordinasi rujukan apabila diperlukan. Aspek kesehatan lingkungan dan keamanan pangan juga diperhatikan melalui kesiapan fasilitas dapur umum serta pemeriksaan sampel makanan dan air bersih menjelang pelaksanaan kegiatan.
Untuk meningkatkan efektivitas koordinasi, rapat menyepakati penyesuaian frekuensi rapat koordinasi menjadi tiga kali dalam setahun, dari sebelumnya lima kali. Penyesuaian tersebut diharapkan dapat mendukung persiapan yang lebih terarah, dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan tahapan pelaksanaan kegiatan.
Melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap seluruh unsur yang terlibat dapat mempersiapkan dukungan pelayanan kesehatan secara optimal. Dengan kesiapan tenaga kesehatan, logistik, posko, serta sistem koordinasi yang baik, pelayanan kesehatan pada Momentum 5 Rajab 1448 H Tahun 2026 diharapkan dapat berjalan lancar dan mampu memenuhi kebutuhan jemaah yang hadir di Sekumpul, Martapura.





Tinggalkan Balasan