MARTAPURA — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Dr. H. Noripansyah, S.Si.T., M.KM., menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas program serta lintas sektor dalam upaya pengendalian penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Hal tersebut disampaikan dalam arahannya pada Rapat Koordinasi Pengendalian Penyakit Menular Tingkat Kabupaten Banjar yang diikuti para pengelola program TB dan HIV dari berbagai puskesmas.
Dalam arahannya, Kadinkes Banjar menyampaikan bahwa TB masih menjadi salah satu penyebab utama kesakitan pada orang dengan HIV atau AIDS (ODHA). Oleh karena itu, penanganan kedua penyakit tersebut memerlukan perhatian serius dan kerja sama yang lebih kuat dari seluruh pihak terkait.
Menurutnya, target eliminasi TB tahun 2030 serta pencapaian Three Zero dalam penanggulangan HIV, yakni nol infeksi baru HIV, nol kematian terkait AIDS, serta nol stigma dan diskriminasi, harus terus menjadi komitmen bersama.
Ia menegaskan bahwa pencapaian target tersebut tidak dapat dilakukan melalui upaya yang biasa-biasa saja, melainkan membutuhkan penguatan koordinasi dan kolaborasi secara berkelanjutan.
“Upaya pengendalian TB dan HIV membutuhkan kerja sama lintas program dan lintas sektor yang lebih kuat, termasuk koordinasi antara puskesmas, rumah sakit, serta keterlibatan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra pembangunan kesehatan,” ujarnya.
Kadinkes juga mendorong agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Banjar terus ditingkatkan, terutama dalam upaya pencegahan, penemuan kasus, pengobatan, dan pengendalian TB-HIV.
Rapat koordinasi ini turut dirangkaikan dengan evaluasi kinerja pengelola program TB, termasuk penilaian pengelola program terbaik peringkat satu hingga tiga. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman, meningkatkan motivasi, serta mendorong semangat pengelola program dalam meningkatkan capaian pelayanan di masing-masing puskesmas.
Selain itu, peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas juga menjadi perhatian dalam mendukung pelaksanaan program yang lebih optimal.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar berharap seluruh pengelola program semakin memperkuat komitmen dan sinergi dalam pengendalian TB-HIV, sehingga target eliminasi TB dan pengendalian HIV dapat tercapai serta mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Banjar yang sehat dan produktif.





Tinggalkan Balasan